Terkait Permasalahan Di Desa Sama Jatem, Masyarakat Tuntut Polres Banggai Agar Tidak Pejam Mata

Pagimana-BN. Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai, itulah pepatah yang pantas untuk masyarakat desa Sama Jatem terkait permasalahan yang sementara bergejolak saat ini.

Salah seorang tokoh masyarakat desa Sama Jatem, Rusli Pangajo mengatakan masyarakat tidak bisa berbuat apa apa dengan proses hukum di kabupaten Banggai, yang di duga tajam ke atas tumpul ke bawah. Jika yang melakukan dugaan tindak pidana atau melawan hukum dari kalangan bawah, terlalu cepat untuk di tindaki tanpa alasan apa apa yang penting di anggap memenuhi unsur langsung di proses/di tangkap dan langsung di jebloskan ke dalam tahanan.

“Namun jika yang membuat dugaan tindak pidana atau melawan hukum dari kalangan elit atau dari kalangan atas maka laporan di anggap belum cukup bukti atau masih belum ada konfirmasi sana sini,”ungkapnya saat di konfirmasi wartawan di kediamannya.

Rusli menambahkan lagi hal ini terkait tentang kasus di desanya, Sama Jatem yang nyatanya sudah jelas kepala desa Foli Hardi membabat hutan mangrove kurang lebih 100x300m dengan mempekerjakan masyarakatnya sendiri berjumlah 10 orang di beri upah 50rb perhari satu orang namun tidak di tindaki sama sekali.

“Buktinya laporan sudah masuk di Polsek Pagimana bahkan sudah masuk di Polres Banggai pada bulan Maret lalu, namun sampai sekarang ibarat kopi panas di isi dalam kulkas langsung dingin bahkan sudah beku seperti es balak,” tegas Rusli Pangajo yang dibenarkan oleh Salim, tokoh masyarakat desa Sama Jatem lainnya kepada wartawan. (Herman)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment