BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Tak Puas Dengan Hasil Aduan, Warga Minta Inspektorat Audit APBD 2017

Pagimana, Luwuk, Sulteng (BN),- Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBD) tahun belakangan ini melonjak tinggi, seiring dengan besarnya anggaran yang dikelola Desa tersebut bisa mencapai Rp 1,1 Milliar. salah satu contoh Desa Pinapuan sebagai 1 dari 30 Desa diwilayah kerja Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah anggaran APBD diduga bermasalah tidak sesuai dengan harapan.

Hal ini dibuktikan dengan adanya aduan salah seorang warga ke Mapolsek Pagimana beberapa bulan lalu warga mengaku tidak puas dengan hasil aduan mereka karena tidak ada kejelasan dari penindakan masalah tersebut, padahal sudah jelas ada dugaan pelanggaran tata kelola keuangan APBD Pinapuan Ta.2017.

Saat ditemui diruang kerjanya Kapolsek Pagimana AKP. Jony Sumbung membenarkan bahwa sudah masuk aduan warga terkait dugaan penyalahgunaan anggaran APBD Ta.2017 dan pihak anggotanya sudah melakukan penyelidikan awal atas aduan warga tersebut, namun masih menunggu rekomendasi pihak Inspektorat Kabupaten Banggai, jika sudah ada rekomendasi hasil audit maka pihaknya akan menindak lanjuti kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Atas hal tersebut pihak warga kemudian meminta pihak pemerintah Daerah khususnya yang terkait untuk mengaudit APBD Pinapuan Ta.2017. “Sebenarnya sudah ada petunjuk yang mengarah kepada dugaan praktek tidak wajar terhadap tata kelola keuangan Desa, pasalnya ada beberapa bukti penyelewengan dana antara lain dua unit Rumah Tangga Layak Huni (RTLH) tidak selesai, mekanisme pengadaan bahan atau material (barang) yang diduga sarat dengan Mark-Up, bahkan sampai pada bulan Agustus 2018 ini “Tidak Dilaksanakan Musdes Pertanggung Jawaban Akhir APBD Ta.2017 Oleh Kepala Desa”, tutur Ketua BPD Desa Pinapuan.

Pernah dilakukan rapat Musyawarah Desa (Musdes) namun tidak sesuai mekanisme rapat pertanggung jawaban karena peserta rapat hanya ketua bersama anggota BPD dan Sekdes bersama aparat Desa sementara Kepala Desa sendiri tidak hadir saat itu, padahal setahu saya rapat pertanggung jawaban itu adalah rapat paripurna (rapat umum) yang dihadiri oleh seluruh komponen masyarakat Desa dipimpin Ketua BPD serta dihadiri oleh Kades selaku penanggung jawab pengguna anggaranan, sehingga saya selaku Ketua sekaligus anggota BPD menolak menanda tangani dokumen pertanggung jawaban kepala Desa dan meminta dijadwalkan ulang.

“salah satu program bantuan Rumah Tangga Layak Huni (RTLH) di Desa Pinapuan Tahun anggaran 2017 tidak selesai, dari 7 unit RTLH, dua diantaranya tidak selesai dikerjakan dan kami sudah tanya hal ini kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Pinapuan namun katanya (sumber-red) dana untuk item pekerjaan itu sudah habis”, tutur sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Pihak Auditor Inspektorat Kabupaten Banggai saat dihubungi Via telepon selular mengatakan bahwa untuk wilayah Kecamatan Pagimana sudah dilakukan audit atau pemeriksaan APBD Ta.2017 namun yang diperiksa hanya beberapa Desa saja sesuai petunjuk tanpa menyebutkan pihak yang memberikan petunjuk untuk pemeriksaan sebagian, sembari memberi arahan melalui telepon agar menyurat kepada pemerintah terkait tingkat Kabupaten jika merasa ada masalah dengan pengelolaan anggaran APBD.

Kepala inspektorat Kabupaten Banggai Bapak Yorry Ntoi saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa “untuk APB Desa Ta.2017 sudah dilaksanakan Pemeriksaan oleh Inspektorat namun pihaknya membenarkan kalau pada tiap kecamatan hanya diambil sample beberapa Desa saja.

Hal ini dipicu karena kendala personil pemeriksa yang hanya berjumlah kisaran 20 personil sementara Desa yang di Audit berjumlah hampir 300 Desa sehingga target waktu tidak dapat terpenuhi.

Saat ditanyakan mengenai laporan atau permintaan audit APBDTa.2017 oleh warga Desa Pinapuan, kepala inspektorat mengatakan bahwa “tinggal menunggu perintah Bupati, kami siap turun lapangan untuk memeriksa sebagaimana laporan warga tersebut “, tuturnya (Kepala Inspektorat Kabupaten Banggai-red).Tam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *