BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Segera Direalisasi, Revitalisasi dan Normalisasi Embung Kampung Mekar Jaya

Lampung-binpers.com, Perkembangan desa dalam kurun waktu lima tahun terakhir dirasakan cukup pesat dan merata berkat kebijakan pemerintah dengan program Dana Desa (DD) di mana setiap desa mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat dan dana perimbangan dari pemerintah kota atau kabupaten dalam wadah lokasi dana desa (DD) yang kini sepenuhnya diserah kan kepada pemerintah desa dengan mekanisme yang di atur dalam undang undang Nomor 6 tentang desa dan di jabarkan dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 43 dan secara teknis di jabarkan kembali melalui Permendagri dan Permendes serta Perda dan Perbub.

Secara garis besar nya pengelolaan dana tersebut di harapkan dapat di pergunakan untuk kemaslahatan masyarakat di desa agar desa dapat segera tercukupi sehingga di harapkan kemajuan ekonomi di perdesaan dapat segera tercapai dan dapat mengikuti pertumbuhan ekonomi perkotaan sehingga arus urbanisasi dapat di minimalisir.

Mekar Jaya adalah salah satu kampung atau Desa di wilayah Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang Lampung yang merasakan dampak positif dari adanya DD dan ADK, di mana kampung Mekar Jaya merupakan kampung tertua dari hasil program transmigrasi Tulang Bawang pertama untuk wilayah unit1 yang selama ini terabaikan ,jarang bahkan hampir tidak tersentuh pembangunan berkat program ini secara bertahap telah berkembang dan dapat sejajar dengan desa-desa yang pada awal nya telah jauh terlebih dahulu berkembang karena berada di wilayah yang strategis.

Pada tahun 2018 kampung Mekar Jaya menganggarkan dana yang salah satunya untuk pembangunan Revitalisasi embung atau bendungan kecil dimana terdapat 2 embung yang selama ini telah ada yang berfungsi sebagai resapan air dan untuk memenuhi kebutuhan air warga yang berbudidaya sayuran di sekitar lokasi bendungan.

Namun seiring berjalannya waktu, embung ini telah mengalami pendangkalan dan bendungan terjadi kebocoran bahkan salah satu nya telah jebol di terjang air di musim hujan hal ini karena ketebalan yang kurang memadai.

Atas dasar itulah pemerintah desa mengalokasikan dana desa untuk Revitalisasi bendungan dengan memprioritaskan memperdalam dan menebalkan bendungan , karena keterbatasan anggaran maka baru satu bendungan yang akan di buat TPT baru walau itupun hanya untuk satu sisi bendungan saja.

Kepala kampung Mekar Jaya Bapak Yuswan Setiernus mengatakan, sebagian tanaman karet warga telah banyak yang di bongkar di jadikan lahan pertanian kembali dengan tanaman beranekaragam mulai ubi kayu,singkong, Jagung, jeruk dll.

Atas dasar besarnya potensi-potensi tersebut maka pemerintah kampung berupaya untuk menjaga dan merawat dengan merevitalisasi atau memperbaiki walau dengan anggaran yang masih jauh dari kata cukup di mana untuk normalisasi (penimbunan tanggul dan perapihan bibir bendungan) untuk embung RK 2 dialokasikan dana sebesar RP. 12.454000,- Dengan panjang tanggul 20 meter, sedangkan embung RK 4 dialokasikan dana RP 15.000.000,- dengan panjang tanggul sekitar 40 meter.

Upaya normalisasi di lakukan dengan tenaga manusia sebagai upaya mencukupi HOK 30% yang merupakan hasil kesepakatan atau SKB 4 manteri terkait padat karya tunai.

Sedangkan untuk pekerjaan lanjutan normalisasi embung yaitu pemasangan TPT (Talut Penahan Tanah ) baru dapat menganggarkan dana untuk satu embung yaitu embung untuk wilayah RK 4, di tahun 2018 yang dialokasikan dana sebesar RP. 37.456.000,- dengan volume tinggi 2 meter dengan panjang 40 meter untuk sisi bagian dalam bendungan , sedangkan sisi luar bendungan masih memanfaatkan TPT lama berharap dengan mempertebal tanggul TPT yang lama masih mampu menahan debit air bendungan.

Namun jika ke depan kondisinya masih mengkhawatirkan maka akan dialokasikan kembali di tahun yang akan datang, karena terbentur oleh Aturan SKB 4 Menteri Tentang penerapan HOK 30% Dari pembangunan maka sulit bagi pemerintah kampung untuk mengalokasikan dengan menggunakan alat berat.

Oleh Karenanya bantuan pemerintah kabupaten dalam bentuk bantuan alat berat untuk pemberdalam dan memperluas area bendungan sangat diharapkan, hal ini karena lokasi Embung masih sangat memungkinkan untuk di perluas dan di perdalam agar manfaatnya agar dapat di optimalkan, selain dari itu warga sekitar juga bersedia untuk menghibahkan sebagian tanahnya untuk perluasan bendungan tersebut. (Akhiffullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *