Zumi Meradang di KPK, Dakwaan Berlapis Siap Antarkan ke Penjara

Jambi-binpers.com, Berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada tanggal 28 November 2017 di sebuah Villa milik keluarga Zumi Zola. Dalam OTT tersebut uang Rp 400 juta turut disita, KPK menyebut uang itu ditujukan pada anggota DPRD agar hadir dalam pengesahan RAPBD Jambi atau biasa disebut ‘suap ketok palu’.

Berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan, KPK  menangkap sejumlah orang hingga akhirnya menetapkan 4 orang tersangka lainnya yaitu anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriyono, Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi Syaipudin.

Di tengah proses pengusutan perkara tersebut, KPK menetapkan Zumi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jambi sebagai tersangka. Namun Zumi tidak dijerat terkait perkara sebelumnya melainkan tuduhan menerima gratifikasi senilai Rp 6 miliar.

Namun belakangan ini jumlah tersebut kian menambah, grafitasi yang di terima Zumi membengkak menjadi sebesar Rp. 49 milyar dalam kurun waktu 2016 hingga 2017, yang dilakukan bersama dengan mantan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan.

Erwan Malik, Arfan, dan Syaipudin kemudian menjalani sidang dengan dakwaan memberikan suap Rp 3,4 miliar kepada Supriyono, hingga pada akhirnya keempat orang itu divonis bersalah dan mengajukan banding atas vonis tersebut, sementara Supriyono telah menerima vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim dengan berkas terpisah.

Zumi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Perkara itu masih dalam proses penyidikan KPK. Hingga pada akhirnya, Zumi turut dijerat pula dalam perkara pertama yaitu ‘suap ketok palu’. (Nay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *