BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Kejari Polewali Dampingi 12 Proyek Bernilai Rp 68,4 Miliar

POLMAN (SULBAR)- binpers.com,Walaupun baru menjabat empat bulan sebagai pemimpin Kejaksaan negeri Polewali, Kejaksaan Tinggi Sulselbar, sejak Maret 2018, sosok Muhammad Ilham tampaknya mampu membuat warna tersendiri bagi jajaran kejaksaan negeri Polewali.

Betapa tidak, hingga saat ini pihak kejaksaan negeri Polewali telah melakukan pendampingan 12 proyek dengan nilai Rp 68.460.180.000 yang bersumber dari APBN melalui program Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintah dan pembangunan Daerah (TP4D) di Kabupaten Polewali Mandar dari empat instansi, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Tenaga kerja dan Transmigrasi, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kementerian Agama dan Kantor BPN.

KepalaKejaksaan Negeri Polewali, Muhammad Ilham yang ditemui wartawan Binpers.com usai acara syukuran dilakukan kejari Polewali dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke 58, Senin (23/7/2018), mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan dilakukan sebelum puncak acara hari Bakti Adhyaksa ke 58 tahun 2018 diantaranya bakti sosial,mengunjungi panti asuhan, melakukan silaturahmi dengan purja (purnawirawan kejaksaan dan pegawai kejaksaan), penanaman kayu putih/penghijauan kota di sejumlah titik dan pelepasan penyu di pantai Mampie kecamatan Wonomulyo termasuk kegiatan olahraga.

Selain itu, Ilham menambahkan dalam penyampaiannya bahwa ada sejumlah program kerja dilakukan pihak kejari Polewali sebagai bentuk program Jaksa menyapa kepada masyarakat dan program yang lebih profesional, diantaranya, sosialisasi dan pembinaan serta edukasi.

Pengawalan pekerjaan tersebut dilakukan dengan secara ketat, dilakukan pemantauan T4D  tiga kali sehari kelapangan secara langsung tentang kondisi kegiatan fisik itu. Pertama, sosialisasi, rekanan, konsultan pengawas terkait proyek dikerjakan sesuai kontrak yang ada.

Apalagi prosedurnya adalah proyek nasional tetapi pihaknya tidak menolak kalau ada instansi lain meminta melakukan pengawalan untuk kepentingan masyarakat. “ Kalau proyek itu infrastruktur jalan, kejari Polewali memiliki alat untuk mendeteksi pekerjaan dilakukan kontraktor pelaksana”, ujar Ilham.

Mantan Koordinator Pidana Khusus ( Pidsus) Kejati Maluku mengatakan, bahwa dalam  menegakkan supermasi hukum, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Inspektorat. Jika ada temuan kejaksaan, pihaknya memberi ruang pada Inspektorat untuk melakukan audit secara adminitrasi, jika hasil auditnya ditemukan adanya indikasi penyimpangan kerugian keuangan negara bagi rekanan atau konraktor pelaksanaan kegiatan proyek, kita minta agar dana itu segera dikembalikan ke Negara. Tegasnya.

Terkait dengan kegiatan di bidang pidana khusus (pidsus),Ilham mengatakan, saat ini pihaknya tengah menangani kasus pidsus di jajaran dinas Kesehatan penggunaan dana BPJS dengan nilai mencapai Rp 150 juta sedangkan bidang pidana umum(Datun), lebih cenderung pada pengacara Negara, bahkan pihaknya juga sementara melidik kasus pengadaan hand Tarktor bantuan petani yang diduga tidak sesuai dengan spekulasi merk mesin.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Polewali Mandar, Drs.HM.Natsir Rahmat, MM pada momen acara syukuran  Hari Bakti Adhyaksa ke 58 dengan tema ”Berkarya dan Berbakti Sepenuh Hati Menjaga Negeri”, Menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan negeri Polewali bersama jajarannya karena menurutnya banyak peningkatan dan perubahan, baik dari sisi pembinaan dan dedikasi yang dilakukan terhadap OPD termasuk kepala desa maupun terhadap masyarakat melalui program Jaksa Menyapa kepada masyarakat.

Kegiatan yang di hadiri juga oleh Ketua Pengadilan negeri dan Pengadilan Agama serta instansi vertikal lainnya maupun  pihak perbankan termasuk mitra kejari lainnya juga dirangkaikan memberikan penghargaan bagi Jaksa dan pegawai yang berprestasi serta hadiah para purnawirana Jaksa dan pegawai.  (Andi Rasyid Moerdani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *