BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Kapolda Sulbar Tegaskan, Oknum Yang Berkoar “Wartawan Di Ternak dan Pembuat Berita Hoax” Segera Dipanggil

Pasangkayu (Sulbar) – BN, Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen. Pol. Drs. Baharuddin Djafar, MSi menegaskan bahwa oknum yang mengatakan “Wartawan Di Ternak dan Pembuat Hoax” akan segera dipanggil.

“Yang itu harus kita proses, saya minta kepada Kapolres untuk segera menindaklanjuti sehingga Wartawan selaku masyarakat yang harus juga dilayani, tentu merasa senang apabila langkah yang ditempuh benar atau professional,” ucap Kapolda saat diwawancarai oleh Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sulbar, Basri Sangkala, usai kegiatan press conference di Aula Polda Sulbar, Jumat (5/7/2018).

Menurut Kapolda, bahwa dirinya telah menghubungi Kapolres Mamuju Utara, agar laporan terkait dugaan pencemaran nama baik tersebut segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada.

“Ini saya tegaskan, segera kita panggil,” kata Kapolda, seperti audio rekaman wawancara yang dikirim Ketua IWO Sulbar kepada Wartawan binpers.com, Jumat (5/7/2018).

Sebelumnya, seperti yang ramai diberitakan di media online bahwa seorang warga Kabupaten Pasangkayu berinisial ERB dilaporkan ke Polres Mamuju Utara oleh Sekertaris IWO Pasangkayu, Sudirman, karena diduga telah mencemarkan nama baik Wartawan di Pasangkayu melalui komentarnya di akun media sosial Facebook miliknya.

Dalam komentarnya ERB diduga telah menuding Wartawan di Pasangkayu tidak dapat melakukan fungsi sosial kontrolnya karena telah di ternak, diberi makan minum dan diikat.

“Susah karena sebagian besar mereka sudah diternak, dikasi makan minum lalu diikat,” Tulisnya.

Selain itu kata ERB di akun FBnya, Sebagian oknum Wartawan di Kab. Pasangkayu juga memuat berita-berita hoax dan pencitraan.

“Mana semua itu oknum Wartawan ternak. Tulis donk…jangan hanya berita hoax/pencitraan yang dimuat,” tulisnya lagi.

Atas tudingan tersebut, ERB dilaporkan dengan dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 27 ayat 3:

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 45 ayat 1 : setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).(Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *