BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Jaksa Eksekusi Mantan Sekab Luwuk Banggai Terkait Kasus Tipikor Lahan DVOR Bandara

Luwuk Banggai-BN,-  Mantan Sekretaris Kabupaten (SEKKAB) Luwuk Banggai, yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah navigasi keselamatan penerbangan atau biasa disebut dengan Doppler Very Omni Range (DVOR) dan Distance Measuring Equipment (DME) bandara Syukuran Aminudin Amir tahun 2013 membuahkan hasil.

Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia menyatakan bahwa perbuatan terdakwa bersalah, dan dipidana penjara selama 4 tahun, pada persidangan ditingkat pertama Pengadilan Negeri Palu, majelis hakim yang diketuai oleh Dede Halim, SH, MH melalui putusan nomor 3/Pidsus  TPK/2017/PN Pal Tahun 2017 memutuskan Syahrial Labelo, SH, M.Si bebas.

Karena perbuatan terdakwa menurut majelis hakim, terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, tetapi bukan merupakan tindak pidana. Karenanya, hakim melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum, memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya.

Padahal JPU Kejari Luwuk Banggai menuntut perbuatan terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun, sehingganya saat itu JPU Kejari Luwuk Banggai langsung menyatakan upaya kasasi. Hingga akhirnya, melalui surat putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2131 K/PIDSUS/2017 majelis hakim memutus sendiri, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Terdakwa di jatuhkan pidana penjara selama lima tahun dan sudah mendekam di Lapas Petobo Palu Sulteng,  serta dibebankan membayar denda sebesar Rp. 200 juta subsidir enam bulan kurungan.

Putusan Mahkamah Agung RI terhadap terdakwa Syahrial Labelo dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan tanah DVOR/DME. Di tingkat pertama terdakwa dinyatakan bebas, sehingga dilakukan upaya hukum kasasi. (Verra WRC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *