Dua Kubu Karyawan, Grebek PT Delta Pacifik Indotuna

Bitung Sulut (binpers.com), Tuntutan antara hak dan kewajiban tentunya tak mungkin di kesampingkan mengingat segala sesuatu harus saling memberi haknya apabila kewajibannya telah dilaksanakan.

Hal inilah yang terjadi, akibat perselisihan antara para karyawan PT Delta Pasifik Indotuna Bitung yang merasa di abaikan dan di adu domba antara karyawan yang telah di PHK dan yang masih aktif bekerja oleh PT DELTA tersebut, alhasil lebih dari dua bulan karyawan aktif yang kurang lebih 900 orang ini nganggur dan menuntut untuk bisa bekerja kembali.

Demo besar-besaran pun terjadi Sabtu tanggal 30 juni 2018 di depan Perusahaan tersebut hingga Satuan Polres Kota Bitung Sulut menurunkan seluruh jajaran polsek guna membantu pengamanan demo yang dipimpin langsung Kapolres Kota Bitung sendiri,

Uniknya, dua kubu pendemo antara karyawan yang telah di PHK dan karyawan aktif saling tuding dan tak mau mengalah, di satu sisi pihak yang di PHK mendirikan tenda di depan pintu masuk PT Delta Pasifik Indotuna guna melarang para karyawan aktif untuk bekerja sebelum hak mereka dibayarkan atau di selesaikan pihak perusahaan. Sementara itu, karyawan aktif menuntut masuk untuk bisa bekerja karena  mereka merasa masih aktif dan tidak mempunyai masalah dengan perusahaan tersebut.

Menurut salah satu jubir pendemo karyawan yang masih aktif,  Budianto Darise menyampaikan  para karyawan aktif  yang jumlahnya kurang lebih 900 orang ini menuntut haknya untuk bisa bekerja kembali karena merasa tidak bermasalah dengan pihak perusahaan tempatnya bekerja.

“Kami telah membawa aspirasi ini sampai ke pemerintah kota Bitung (Pemkot Bitung), kantor DPRD, Polres Bitung, bahkan sampai Ke Polda Sulut, Namun apa yang kami upayakan selama dua bulan ini semuanya sia sia,” ungkap Darise kepada Korlap binpers.com.

Budianto Darise juga menambahkan, mereka (karyawan aktif, Red) sangat menyayangkan apa yang dilakukan para karyawan yang telah di PHK melarang untuk masuk dan bekerja. “sementara kami berfikir permasalahan Phk yang di lakukan pihak perusahaan terhadap mereka harusnya bisa diselesaikan antara mereka yang di PHK dan perusahaan, tapi bukan melarang kami untuk masuk bekerja mengingat kami punya tanggung jawab yang harus kami hidupi,” tegasnya.

Budianto mengharapkan kiranya pemerintah  dapat segera turun tangan membantu menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan insiden yang lebih buruk lagi.

Namun lain halnya dengan kubu para karyawan yang di PHK berjumlah lebih dari 300 orang karyawan, mereka memberikan hak perlindungannya kepada lembaga KIBAR selaku penanggung jawab guna menuntut hak mereka agar pihak perusahaan dapat menyelesaikannya secara arif dan bijaksana.

Sampai dengan berita ini di turunkan, pihak menejemen perusahan PT Delta Pasifik Indotuna Bitung masih belum bisa dimintai keterangan terkait permasalahan ini. (Soemarlin Duhe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *