BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Bangunan Gedung IGD RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun diduga bermasalah

Baru seumur jagung cat bangunan ini sudah tidak sempurna luntur, terkikis dan banyak keretakan pada bangunan itu, diduga kuat dibangun asal- asalan alias asal  jadi

Kalteng-Binpers.com, Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat ( Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga kuat bermasalah hal ini perlu ditelisik dan dipertanyakan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan Berita Investigasi Nasional binpers.com setelah turun kelapangan bahwa proyek bangunan ini dilaksanakan oleh  PT.GRIYA FARTUNA BUUN. telah ditemukan beberapa kejangalan dalam pelaksanaan nya, seperti tampak pada gambar 1 Cat bangunan ini tidak sempurna banyak luntur dan terkelupas disamping itu pula banyak terdapat keretakan-keretakan pada bangunan lihat gambar no.2-6, padahal bangunan ini bisa dikatakan baru seumur jagung  dengan biaya yang tidak sedikit mencapai 40,4 miliar rupiah  dan baru diresmikan oleh Bupati Kobar pada 22 mret 2018 yang lalu, diduga kuat bangunan ini dibangun asal – asalan alias asal jadi.

Pantauan media ini bahwa diduga kuat bangunan ini tidak  memiliki Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) karena tidak terlihat disekitar bangunan. Jika IMB tidak ada  berarti bermasalah, padahal dari sektor IMB itu sendiri tentunya ada income yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) hal ini merugikan Daerah dan melanggar aturan yang semestinya harus ditaati oleh Kontraktor ironisnya Pihak terkait juga terkesan melakukan pembiaran diduga kuat tutup mata dan hanya duduk manis dimeja kerja.

Jika beberapa hal tersebut diatas menyalahi aturan dipandang perlu Keprofisionalan Pelaksana Proyek ini harus dipertanyakan, fakta dilapangan  sudah jelas dan terbukti bahwa bangunan ini diduga kuat bermasalah pihak terkait harusnya segera bertindak cepat untuk melakukan hal-hal yang semestinya harus dilakukan minta tanggung jawab pihak pelaksana proyek baik Kuasa Pengguna Anggaran maupun Pihak Kontraktor serta berikan sanksi tegas  kalau perlu Blacklis  pihak Kontraktor yang  dianggap nakal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut HAIRIL Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM-LIRA) Kalimantan Tengah Pihaknya dalam waktu dekat akan turun kelapangan untuk melakukan Investigasi  memastikan kebenaran informasi ini,” Dalam waktu dekat Tim LIRA  akan  kami turunkan ke lokasi untuk memastikan kebenaran Informasi ini,” Kata Hairil.

“ Jika terbukti ada indikasi menyalahi ketentuan  dan  aturan yang semestinya harus dipatuhi oleh pihak Kontraktor dan pihak Kuasa Pengguna Anggaran, maka kami akan  melakukan kajian lebih lanjut untuk melakukan pelaporan kepihak yang berwajib, apalagi bila ada indikasi merugikan keuangan negara,” Tegas Hairil.

Sampai berita ini diturunkan pihak terkait dalam hal ini Pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pihak Kontraktor belum bisa memberikan Jawaban dikonfirmasi tertulis dari pihak media. (Misnato )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *