BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Ade Trini Hartati: “Pihak Penggugat Tidak Kooperatif”

Batam-binpers.com, Kasus sidang gugatan terhadap BPR Dana Nusantara kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam.

Ade sebagai Kuasa Hukum Tergugat menyampaikan bahwa, Persidangan ditunda sampai beberapa kali keadaan ini menjadikan pihak tergugat gerah, “seharusnya jika tidak siap untuk menggugat jangan menggugat,” kesalnya.

Adapun Gugatan yang diajukan yaitu Nomor Perkara 278/Pdt.G/2017/PN Batam, atas :

  1. PT Bank Perkreditan Rakyat Dana Nusantara, yang diwakili oleh Mari Oriana Ilyas selaku Branch Manager
  2. Direktur Utama PT Bank Perkreditan Rakyat Dana Nusantara Winoto Sumitro
  3. Soehendro Gautama SH MHum
  4. Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Batam

Penggugat Mekrida Indra Suheni melalui Kuasa Hukumnya Ricky Ricardo Hallen SH dalam pokok perkaranya meminta agar Hakim mengabulkan gugatan Penggugat yakni

  1. Membatalkan Perjanjian Kredit No. 69/PK/BPRDNCP-BTM/X/2012, tertanggal 25 Oktober 2012.
  2. Membatalkan Sertifikat Hak Tanggungan Nomor : 1015/2013 tanggal 04 Febuari 2013, jo Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 1047/2012 tanggal 23 Nopember 2012 yang dibuat dihadapan Notaris/PPAT. Soehendro Gautama.SH.M.Hum
  3. Menyatakan untuk diangkat Penetapan Sita Eksekusi Nomor 22/EKS/HT /2017/ PN. BTM
  4. Menyatakan bahwa perbuatan Para Tergugat telah menimbulkan kerugian baik secara materil maupun immateril terhadap Penggugat sebesar Rp. 4.000.000.000,-. (Empat Milyar Rupiah).
  5. Memerintahkan Para Tergugat untuk mengembalikan seluruh Surat-surat yang menjadi Anggunan kepada Penggugat.

Ade juga mengatakan perihal kekecewaannya yang menyebut bahwa penggugat tidak kooperatif dalam masalah ini.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *