BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Masyarakat Kawasi Dibodohi….Grebeg PT. TBP Tuntut Haknya Yang Di Kebiri

Obi (Halsel)-binpers.com, Menyikapi berbagai persoalan masyarakat yang terjadi di desa Kawasi Kec. Obi Kab. Halmahera Selatan Maluku Utara, menjadi sebuah polemik yang berkepanjangan dari masyarakat dimana salah satunya adalah pelayanan listrik oleh PT. Trimegah Bangun Persada yang dianggap tidak maksimal.

Sikap masyarakat Kawasi tersebut dipicu merujuk pada kesepakatan bersama yang ditandatangani pada 20 April 2018 oleh PT. Trimegah Bangun Persada dengan pemerintah Desa Kawasi dan masyarakat setempat.

Namun Pihak Perusahaan dianggap telah mengingkari kesepakatan tersebut. Adapun 3 point penting yaitu:

  1. Listrik,  Pihak perusahaan berjanji akan melakukan pemasangan dan menjalankan listrik dari power plank ke perumahan warga Desa kawasi dalam jangka waktu sebelumnya tanggal 28 Mei 2017 (bulan puasa) secara gratis tanpa dipungut biaya dari masyarakat kawasi (lokal)
  1. Air, Pihak perusahaan berjanji akan proses pemasangan air bersih di masyarakat Desa Kawasi yang pekerjaannya akan dilakukan setelah proses pemasangan listrik selesai, secara gratis tanpa dipungut biaya dari masyarakat.
  1. Ketentuan (Jaminan), dari kesepakatan diatas jika dalam kurun waktu yang telah ditentukan tidak diindahkan oleh pihak perusahaan maka yang bertanggung jawab dalam hal ini Bapak Wagimin Sastra Hadi selaku pihak yang mewakili Management perusahaan HARITA GROUP akan diproses secara hukum sebagai bentuk sikap pertanggungjawaban atas dua poin kesepakatan diatas.

Namun hasil dari pantauan tim wartawan Berita Investigasi Nasional/binpers.com dilokasi ternyata realisasi dari kesepakatan diatas justru berbanding terbalik yang terjadi di lapangan atau yang dialami masyarakat dimana :

  1. Pemasangan listrik tidak disambungkan langsung dari power palnk
  2. Pelayanan listrik kemudian prosesnya adanya persetujuan pihak CSR PT. Trimegah Bangun Persada dengan direktur BUMDES atas Nama Saroa tanpa persetujuan BPD dan masyarakat Desa Kawasi
  3. Pelayanan listrik atas pengelolaan BUMDES yang ditolak masyarakat perencanaan awalnya adanya pemungutan pembayaran tetapi karena adanya penolakan keras dari masyarakat melalui demo kemudian di gratiskan
  4. Pada tahun 2017 adanya pemasangan meteran listrik oleh pihak CSR dan BUMDES dengan harga mulai Rp. 1.500.0000., – Rp. 3.000.000.,
  5. Pemasangan listrik sampai hari ini sebelum terintalasi kesemua rumah warga
  6. Pelayanan listrik dari pihak perusahaan sejak tahun 2010 denga pelayanan yang tidak maksimal (mati hidup) dan sering kali pemadaman listrik giliran
  7. Persoalan listrik sampai hari ini mati total sejak tanggal 27 Jubi 2018 dan tidak ada titik penyelesaian dari PT. Trimegah Bangun Persad/
  8. Berdasarkan pertemuan dengan pihak perusahaan tertanggal 08 Juli 2018 yang diwakili oleh Bapak Sanjoko dan Bapak Asrul Tukang, menyampaikan bahwa pihak perusahaan berupaya pinjam pakai mesin genset, sampai saat ini tidak ada penyelesaian.
  9. Berdasarkan balasan surat dari pihak perusahaan tertanggal 11 Juli 2018 pihak perusahaan mengarahkan Pemerintahan Desa Kawasi untuk membentuk Unit Pengelolah Listrik Desa (UPLD) dan dikelola oleh Desa serta alasan pelayanan listrik yang tidak maksimal dikarenakan komponen Turbochanger rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi serta masyarakat harus menunggu satu (1) setengah bulan.
  10. Sesuai dengan kesepakatan tertanggal 20 April 2017 poin ke 2 tentang air, sampai saat ini tidak ada pelayanan air minum bersih kepada masyarakat Desa Kawasi.

Kesepuluh poin diataslah yang menyulut kemarahan warga setempat yang merasa di bodohi dan dibohongi oleh PT. Trimegah Bangun Persada hingga mengadakan aksi demo yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian. Mereka pun akan melakukan pernyataan sikap kepada Pemkab Halmahera Selatan untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Hingga berita ini terbit, tim Investigasi masih terus melakukan pemantauan untuk mengetahui tindakan dari pihak Pemerintahan setempat serta respon dari PT. Trimegah Bangun Persada atas protes masyarakat Kawasi. (Tim Halsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *