Terkait Sistem Zonasi PPDB 2018, KPAI Bidang Pendidikan Angkat Bicara

Bandung, Binpers.com,- Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) 2018 ternyata menuai beberapa polemik di sebagian daerah. Banyak dari  ratusan orang tua siswa yang memprotes hingga sekolah yang kekurangan murid serta siswa yang ingin masuk ke sekolah favoritnya masing-masing.

Anggota Pimpinan Ombudsman RI, Ahmad Suaedy menyebut bahwa Zonasi dalam penerimaan siswa baru yang diatur dalam Permendikbud No 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan sistem yang tepat untuk menghapus perspektif favoritisme sekolah di masyarakat.

Dirinya menilai bahwa tidak adil dan tidak merata menciptakan sekolah-sekolah favorit yang mayoritas kalangan menengah keatas atau orang kaya berada di kota-kota besar, sehingga mengakibatkan persaingan sekolah yang tidak favorit enggan di soroti oleh para siswa atau orang tua murid karena tidak terfasilitasi.

Salah satu contoh bahwa pihak sekolah favorit  akan leluasa untuk memlilih para siswanya dengan nilai tertinggi ataupun yang berprestasi, maka dari itu menurut Suhaedy tidak setuju dengan kritik atas sistem zonasi yang menganggap sistem zonasi ditentukan oleh jarak bukan prestasi.

Persoalan zonasi PPDB juga tidak luput dari sorotan komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti bahwa tidak benar sistem itu disebut tidak memiliki standar, karena jika tidak ada standarnya, mereka (Dinas Pendidikan) banyak pihak yang menggunakan kreativitasnya untuk menentukan seorang siswa diterima atau tidak.(Nay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *