Alwin Mamentu Mengadakan Rapat Bersama Guru-Guru Bahas Permendikbud No.15 Tahun 2018

Bitung (sulutgo)-binpers.com, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah peraturan kewajiban guru untuk mengajar selama 24 jam, sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi, menjadi 40 jam kerja dalam seminggu. Hal ini terkait rencana perubahan jam sekolah menjadi 5 hari dalam seminggu dan 8 jam per hari.

Kepsek Alwin. A. Mamentu. S.Pd.M.Pd, Mengatakan peraturan tersebut sudah berlaku efektif pada tahun ajaran baru 2018/2019, diatur juga dalam ketentuan tersebut tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru serta berdasarkan permendikbud no. 15 tahun 2018 yang telah berlaku sejak tanggal 23 mei 2018.

Alwin menegaskan, kewajiban 40 jam kerja harus di laksanakan oleh guru-guru agar supaya jam kerja bisa terpenuhi mengingat aturannya sudah berlaku.

Di tambahkan pula untuk kewajiban 40 jam kerja, di bagi terdiri dari 37,5 jam kerja efektif dan 2,5 jam istirahat dalam seminggu tersebut dibagi menjadi lima tugas yang disebut 5 M, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pengajaran tatap muka, menilai atau memberi skor hasil belajar anak didik, melaksanakan bimbingan, dan melaksanakan tugas tambahan seperti pembinaan Pramuka atau menjadi wali kelas.

Mamentu menjelaskan, melaksanakan pembelajaran dan penilaian yang sebelumnya dilakukan di rumah, kini harus dilakukan saat jam kerja di sekolah. Tak hanya itu, lanjut dia, guru juga tidak lagi terikat dengan ketentuan minimal jam mengajar.

“Jam mengajar di sekolah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah yang memiliki jumlah siswa dan kelas yang berbeda-beda. Kalau dulu guru harus pindah sana-sini untuk penuhi 24 jam kerja, sekarang sudah tidak lagi,” ungkapnya.

Pemenuhan jam kerja 40 jam per minggu dilaksanakan pada tahun ajaran baru selama lima hari kerja. Misalnya untuk hari Senin sampai Kamis masuk jam 07.00 wita pagi, dan apabila ada guru yang datang lewat 1 menit pada jam masuk sekolah di nyatakan terlambat, kemudian untuk jam pulang sekolah jam 15.50 wita, terkecuali pada hari jumat mengingat waktu pendek maka hasil keputusan bersama dari pertemuan kepsek dengan guru-guru di nyatakan untuk hari Jumat masuk jam 07.00 wita pagi dan waktu pulang jam 11.40 wita, di karenakan untuk persiapan waktu sholat Jumat, kemudian untuk jam kepulangan siswa di atur oleh wali kelas serta berkoordinasi dengan kepala sekolah.

“Ini menjadi konsep umum program penguatan karakter. Secara umum ini penunjang ekstrakurikuler, memanfaatkan yang di dalam dan di luar sekolah,” tutup alwin. ( Sulutgo-01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *