SMKN1 Kota Cirebon Terapkan SK Gubernur Jabar Hindari Over Kapasitas Siswa Baru

Cirebon-binpers.com,  Kenapa  SMK  lebih di sukai?  Mengapa banyak siswa setelah tamat SMP  banyak yang mendaftar ke SMK ketimbang SMA. Pergeseran paradigma saat ini banyak yang menilai bahwa sekolah kejuruan lebih kompetitif dan cerah, lulusannya dipersiapkan untuk betul betul siap kerja.

Hal tersebut tampak pada hari pertama  Penerimaan Siswa Baru untuk tingkat Sekolah SMA/SMK di Cirebon, para orang tua mulai mengantri mendaftarkan anaknya ke sekolah pilihannya sejak pagi sekitar  jam. 07.00 WIB.

Seperti yang terlihat di SMK Negeri 1 Kota Cirebon, ketika tim Wartawan binpers.com berkunjung ke sekolah tersebut, nampak kesibukan panitia yang terdiri dari siswa siswi senior di sekolah itu mengatur keluar masuk siswa yang baru mendaftar, dan beberapa ruang sudah banyak yang terisi, terbagi beberapa kelas untuk di interview .

Sebagai syarat utama masuk ke SMK berdasarkan surat Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor : 422.1/8904-Set.Disdik tanggaL 9 Mei 2018 tentang petunjuk Tekhnis PPDB / Penerimaan Siswa Baru (Peserta Didik Baru) pada Sekolah Menengah Atas, SMK dan Sekolah Luar Biasa Tahun ajaran 2018/2019.

Sebetulnya pendaftaran ini bisa dilakukan melalui onLine, karena sistem aplikasinya sudah terintegrasi melalui Jaringan net pendidikan yang langsung masuk ke sekolah yang dituju.

Karena pengelolaan pendidikannya sudah di serahkan ke Propinsi maka Kota dan Kabupaten dalam peraturannya   tidak lagi punya wewenang untuk menentukan menerima siswa baru untuk di daftarkan di sekolah SMA / SMK  sebagaimana tahun lalu .

Peraturan itu dimaksud agar sekolah sekolah SMA/SMK sederajat tidak akan mengalami Over Kapasitas serta penyebaran siswanya pun merata tidak ada sekolah yang kurang murid.

Pendaftaran siswa baru ini berbeda dengan tahun lalu, untuk tahun 2018/2019 ini jalur yang di tentukan banyak pilihan, seperti  Jalur khusus KETM / SKTM/ KKS , Jalur WPS ( berdasarkan dimana siswa tinggal jarak di tempuh ke sekolah tersebut ), Jalur PMG (anak dari guru di sekolah itu), Jalur ABK  (Kebutuhan Khusus), dan Jalur Prestasi .

Weti Kurniawati, S.Pd

Weti  Kurniawati, S.Pd  salah seorang guru di SMK N1 Kota Cirebon, mengatakan dirinya melihat antusias para orang tua murid mendaftarkan anaknya untuk ke sekolah ini,  di pagi sekitar jam 07.00 WIB mereka sudah datang untuk mendaftarkan anaknya.

Menurut Weti, tiap tahun sekolah ini banyak peminatnya, para orang tua mendaftarkan anaknya dari sekitar Kota dan Kabupaten Cirebon, diharapkan semua lulusannya nanti mendapatkan kemudahan mencari pekerjaan sesuai bidang keahliannya  sebagaimana jurusan yang ada di sekolah ini sebagai Kompetisi bidang Keahlian.

SMKN 1 Kota Cirebon memiliki 10 jurusan keahlian, yaitu Tehnik Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (TGB), Tehnik Elektronika Industri (TEI), Tekhnik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Tekhnik Pendingin dan Tata udara (TPTU), Tekhnik Otomasi Industri (TOI), Tekhnik Permesinan (TPM), Tekhnik Kendaraan Ringan Otomotif (TKR), Tekhnik Body Otomotif (TBO), Tekhnik Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ke arah programernya, dan Tekhnik Komputer dan Jaringan  (TKJ).

“Selain itu siswa siswi kami pun telah banyak meraih prestasi dalam berkompetisi di ajang ajang lomba yang diselenggarakan, baik tingkat Provinsi hingga ke Tingkat Nasional. Para pendidik pun terus lakukan peningkatan mutu agar siswa siswi disini lulusannya benar bena

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Kota Cirebon, Drs. A. Hendi S

r terbaik . Lab praktek dan ruang visual/System jaringan net sudah tersedia,” ungkap Weti.

Hal yang paling dibanggakan oleh sekolah ini adalah telah terjalinnya kerjasama dengan beberapa perusahaan yang siap menampung siswanya dalam praktek kerja maupun kerja.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala sekolah SMK Negeri 1 Kota Cirebon, Drs. A. Hendi S sedang mengawasi  jalannya penerimaan siswa baru, dimana panitianya ini selain guru yang di tunjuk juga melibatkan siswa siswi serta OSIS di sekolah ini.

“Mengenai Jumlah siswa yang di terima sekarang di batasi hanya sekitar 864 saja yang terbagi dalam 24 Rombongan Belajar disesuaikan kapasitas ruang yang ada. Kami tidak bisa memaksakan karena semua sudah di tetapkan lewat SK dari Gubernur Jawa Barat, jadi kami hanya menjalankan sesuai aturan yang ada saja,” Ungkap Hendi seraya mengakhiri pembicaraan.  ( RICO )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *