BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

Pertamini Di Tertibkan, Masyarakat Minta Polda Sulteng Untuk Transparansi

TOLITOLI-BN,  Asosiai Pertamini Kabupaten Tolitoli mendatangi gedung DPRD guna melakukan rapat dengar pendapat  menyusul di tertibkanya sejumlah pertamini oleh satuan Polda Sulteng  Selasa 16 April 2018

Masyarakat mengeluhkan atas tindakan kepolisian yang di anggap terlalu arogansi dalam melakukan penertiban terhadap pengusaha pertamini yang tidak memiliki Izin Operasional. Serta standar kelayakan dalam operasi dilapangan.

Rapat dengar pendapat yang di pimpin lansung oleh Ketua DPRD Tolitoli menyayangkan atas tindakan berlebihan dari pihak kepolisian yang tidak mengedapankan azas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada saat yang sama Ketua DPRD Tolitoli juga turut menanyakan dasar penangkapan dan penyidikan oleh pihak kepolisian terhadap sebagian Pom Mini kepada Polda Sulteng, kepolisan yang diwakili Tim Polresta Tolitoli tidak bisa berkomentar banyak karana mereka tidak dilibatkan lansung dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami belum tahu betul apa yang menjadi pijakan utama mengapa hanya sebagian saja yang di tertibkan kalau tidak salah hanya 7 dari 60 pom mini yang ada di Kabupaten Tolitoli oleh teman teman dari Polda Sulteng tapi kalau kami melihat sesuai dengan penyampaikan ke kami bahwa pertamini di tolitoli telah melanggar UU Non Migas Nomor 22 tahun 2001 Pasal 53 huruf c UU Migas, Setiap orang yang melakukan penyimpanan sebgaimana dimaksud dalam pasal 23 tanpa izin usaha penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling tinggi 30 miliyar,” Ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan  yang diwakili oleh sekretaris justru membenarkan tindakan kepolisian karena pom mini di Kabupaten Tolitoli di anaggap meresahkan karena dapat menggangu stabilitas penjualan SPBU dan pedangan eceran yang mengunakan botolan.

“Kalau menurut hemat saya wajar jika pertamini ini ditertibkan karena memang ini adalah barang illegal yang tidak jelas sumbernya belum lagi tidak ada standar pada nozel yang digunakan serta belum ada hasil uji tera ulang untuk skala pertamini karna selamana  ini yang ada hanya SPBU tambah sekretaris perdagangan,”ungkapnya.

Sampai saat ini kasus tersebut belum  ada kepastian, sementara barang bukti masi di amankan di Mapolres Tolitoli. Masyarakat berharap utamanya bagi pemilik pertamini agar kasus ini dapat segera terselesaikan.(Edi/Rano)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *