Debat Publik Paslon Bupati Polman 2018 Tiga Tahap

KPU Batasi Pengunjung, Wartawan dan LSM Masuk Ruangan

POLMAN, SULBAR (binpers.com).- Debat publik dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar periode 2018-2023, yang digelar KPU Kabupaten Polewali Mandar, tahap pertama Senin (21/5-2018) dan tahap II mulai pukul 14.00 wita, bertempat di gedung Nusantara “Gadis” Polewali Mandar, yang dihadiri dua paslon masing-masing, Nomor urut 1, Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S.Mengga-Warwan, ST dan paslon Nomor urut 2, H.A. Ibrahim Masdar-Drs. HM. Natsir Rahmat, MM (AIM-beNAR), Ketua dan komisioner KPU provinsi Sulbar, Ketua DPRD Polman, Ketua KPU dan komisioner termasuk sekretariat KPU Polman. Selain itu, pimpinan partai pengusung dan partai simpatisan maupun pendukung kedua paslon dan undangan.

Debat publik yang digelar KPU Polman tampaknya berjalan lancar dan demokrasi, walaupun meninggalkan sejumah catatan tersendiri bagi sejumlah insan pekerja Pers/ wartawan yang bertugas di provinsi Sulbar khususnya Kabupaten Polewali Mandar, bahkan sebagian besar dari mereka awalnya kecewa lantaran kebijakan diterapkan pihak KPU Polman dengan membatasi wartawan untuk melakukan peliputan, yakni pantia hanya menyiapkan undangan peliputan sebanyak 20 orang wartawan.

Berdasarkan hasil kesepakatan melalui rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Debat Publik, Selasa (15/5-2018) dipimpinan langsung Ketua KPU Polman, M.Danial dihadiri komisioner KPU Polman, Kapolres Polman, AKBP Muhammad Riafai, S.I K, Ketua Panwaslu Polman, Suaib Alimuddin serta Sekretariat KPU Polman. Dari hasil rapat itu, disepakatai, KPU hanya menyiakan undangan berikut Id Card sebanyak 300 orang dari Tim Pemenangan.

Akibat dibatasinya undangan masuk ruangan untuk mengikuti Debat Publik tahap pertama paslon Bupati dan Wakil Bupati Polman sehingga banyak orang tsebagai pendukung penggmbira termasuk wartawan dan LSM terpaksa dihadang aparat yang bersenjata lengkap dipintu masuk ruangan gedung “Gadis” tempat berlangsungnya acara Debat Publik bagi kedua paslon karena tidak memilik Id Card/undangan masuk yang telah disediakan panitia KPU Polman sebelumnya.

Seperti diketahui, panitia Debat Publik menggunakan tiga pintu masuk ruangan, yakni bagi paslon dan pendamping melalui pintu utama dari depan gedung “Gadis” sebelah Selatan sementara pintu samping sebelah Barat diperuntukkan pendukung paslon Nomor urut 2 ( AIM-beNAR) dan pendukung paslon Nomor urut 1 ( Salim S.Mengga- Marwan) melalui pintu samping sebelah Timur.

Satu persatu pengunjung saat memasuki ruangan dengan menggunakan alat deteksi diperiksa, baik seluruh badan maupun barang bawaannya seperti tas jinjing guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang bakal mengganggu proses debat publik kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Polman.

Pantauan lain dilakukan Jurnalis media ini, diruangan panitia pelaksana debat publi di KPU Polman, berbeda tahap pertama (21/5-2018), diserbu wartawan dari media cetak dan online termasuk LSM untuk meminta Id Card/ undangan masuk ruangan, sehingga panitia penyelenggara yang menangani Id Card/ undangan masuk urangan tampaknya tidak mampu berbuat banyak karena memang Id Card/ undangan masuk bagi wartawan yang ingin meliput terbatas, hanya disediakan 20 orang saja sehingga nyaris menimbulkan aduk argument antara panitia yang menangani Id Card/ undangan dengan wartawan termasuk LSM yang hendak melakukan peliputan khusus dan pemantauan proses debat publik tahap pertama kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Polman.

“ kami hanya menfasilitasi pak, terkait jumlah Id Card/ undangan bagi wartawan sebanyak 20 orang itu, adalah merupakan kewenangan pihak KPU berdasarkan hasil rapat”, ungkap Sekretaris KPU Polman, Anwar Sida.

Debat kedua, Senin (4/6-2018), wartawan yang meliput tidak sebanyak pada debat pertama, apalagi debata itu hanya mempertajam visi misi yang telah disampaikan debat sebelumnya.

Untuk menghindari terjadinya persoalan baru, menjelang pelaksanaan Debat Publik tahap pertama, yang digelar Senin (21/5-2018) dan tahap ke II Senin (4/6-2018), pihak panitia pelaksana KPU menyediakan beberapa Id Card bagi wartawan dipintu utama masuk ruangan gedung “Gadis”, yang dijagat ketat oleh aparat bersentaja lengkap dari Satua Brimob Polda Sulbar, tempat digelarnya proses kegiatan debat publik bagi kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Polman. (Laporan : Andira Moerdani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *