AHM Ajak Semua Elemen Masyarakat Waspadai Kecurangan Dalam Pilgub Malut

HALSEL-BN,  Akibat masing-masing pasangan calon Calon Gubernur (Cagub ) dan calon wakil  Gubernur (Cawagub ) mengklaim kemenangan,  bagi kebanyakan orang hasil hitung cepat usai pencoblosan pekan lalu membingungkan. Para pendukung tiap kubu juga harus bersabar untuk merayakan kemenangan.

Baik pasangan di 4 kandidat ini sendiri misalnya AHM-Rifai  maupun ke tiga pasangan calon yang lain telah mendeklarasikan kemenangan Figur andalan mereka untuk menuju ke puncak menjadi Gubernur Maluku Utara .

Pemilihan yang digelar Rabu (27/06/2018) mendatang, berbekal hasil hitung cepat alias quick count beberapa lembaga survei yang tidak seragam,  empat  pasangan  telah menyatakan pidato kemenanganya.

Sebagian lembaga survei menyatakan  pasangan A  unggul, namun ada juga yang menyatakan bahwa B, C atau D yang unggul.

Alhasil, yang jelas hingga dari waktu kampanye pertama sampai saat ini, belum tahu siapa yang memenangkan Gubernur Maluku Utara . Mau tidak mau, masyarakat Maluku Utara harus menanti rekapitulasi penghitungan hasil suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bakal di mulai tanggal 27  Juni 2018 mendatang.

Meski yakin menang dan merasa memperoleh mandat dari rakyat, AHM -RIFAI  mengatakan, pendukung AHM-RIFAI harus sabar menanti verifi kasi dan hasil rekapitulasi KPU, oleh sebab itu, AHM-RIFAI menyerahkan sepenuhnya penghitungan hasil perolehan suara kepada KPU.

AHM-RIFAI meminta pendukung Masyarakat Gane Barat,Gane Timur, Gane Dalam dalam hal ini perlu tetap waspada. “Jangan sampai ada yang serobot sini serobot sana,” kata AHM, mewanti-wanti kepada pendukungnya bahwa Pilgub  belum selesai.

“Setelah pencoblosan nanti kita belum selesai sampai di situ saja, pendukung  masih punya tugas mengawal hasil perhitungan suara hingga menjadi hasil resmi KPU. Masyarakat harus memastikan perhitungan suara di KPU berjalan benar, jujur, dan bersih tanpa ada intervensi, jangan mencemari ketulusan aspirasi rakyat,” tegasnya.

Tanpa pengawalan dan pemantauan seksama, kecurangan dan penggelembungan suara salah satu pasangan bisa saja terjadi. Itu sebabnya, AHM menghimbau kepada seluruh simpatisan, saksi dan Tim lapangan harus mengawal rekapitulasi penghitungan hasil suara sampai selesai.

Mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Halmahera Selatan yang saat ini juga menjadi Tim pemenangan AHM-Rifai  mengatakan, potensi terbesar terjadi kecurangan rekapitulasi hasil suara berada di penyelenggara tingkat bawah, yakni panitia pemilihan suara (PPS) yang berada di desa atau kelurahan dan panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Menurut beliau, proses rekapitulasi di dua tingkat terbawah itu rawan lantaran pelaksana penyelenggaraan di setiap kecamatan sampai desa merupakan tenaga sementara.

“Sehingga ada potensi intervensi oleh orang tertentu dan oknum penguasa daerah, bisa saja menekan untuk membuat suatu modus atau cara memenangkan salah satu kandindat nanti,” ucapnya.

Di setiap kabupaten kota, KPU  sudah mengatur prosedur proses rekapitulasi baik di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), PPS, PPK, hingga KPU. Di TPS, misalnya, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) harus mengisi berita acara pemungutan suara dan mengisi formulir C1 yang berisi jumlah pemilih yang terdaftar di TPS, surat suara yang dikirim ke TPS, jumlah surat suara yang baik dan rusak, surat suara yang digunakan, serta surat suara yang sah dan tidak sah.

“Formulir ini di isi bersama pengawas dan saksi ke empat  belah pihak,” kata Aba  habib yang juga Tim khusus pemenang Gane Barat, Gane Timur  dan Gane dalam.

Formulir tersebut lantas dimasukkan ke dalam kotak bersegel dan dikirim langsung ke tingkat kecamatan. Sebelumnya, lanjut Habib, formulis C1 yang sudah diisi digandakan tujuh rangkap untuk diserahkan kepada saksi, pengawas, PPS, KPU daerah (KPUD).

Di kelurahan, PPS membuka kotak suara dan membuka formulir C1 disaksikan pengawas, saksi kedua kubu, dan masyarakat. Hasil rekapitulasi dicatat pada form D, kemudian dimasukkan ke dalam kotak bersegel dan diserahkan ke PPK untuk rekapitulasi tingkat kecamatan.

Menurut habib, berdasarkan aturan, proses rekapitulasi di semua tingkat terbuka untuk masyarakat. Artinya, masyarakat bisa memantau secara langsung proses rekapitulasi dari tingkat TPS hingga KPU. Rekapitulasi di tingkat PPS biasanya digelar di balai desa agar warga bisa menyaksikan.

Lalu, di mana kecurangan bisa terjadi? Menurut Habib , kecurangan bisa terjadi di tingkat desa dan kecamatan lantaran minim saksi. Kredibilitas saksi juga penting. Jika saksi bisa dibeli, salah satu pihak bisa melakukan kecurangan.

Salah satu kubu juga bisa mendekati pengawas dan penyelenggara untuk itu bapak Salahudin Dampoli  (Jubir AHM) mengatakan, ada beberapa modus kecurangan yang biasa terjadi saat pemilu.

Pertama, memanfaatkan sisa surat suara yang tidak terpakai di TPS untuk dicoblos dan diberikan kepada kubu yang sudah memesan kepada oknum KPPS. Alhasil, perolehan suara kubu tersebut bisa menggelembung.

Kedua, kecurangan bisa terjadi dengan menuliskan hasil yang berbeda antara hasil yang ada pada lembar catatan penghitungan suara plano alias C1 plano dengan penulisan hasil pada formulir C1.

Ketiga, dalam beberapa kasus, penyelenggara menyerahkan pengisian formulir hasil penghitungan suara ataupun rekapitulasi suara kepada saksi agar pengisian lebih cepat. Di sinilah, celah manipulasi bisa terjadi sehingga timbul perbedaan hasil perolehan suara yag dimiliki penyelenggara dengan data peserta pilgub.

Salahudin Dampoli sebagai (Jubir ) menghimbau kepada seluruh masyarakat simpatisan dan saksi Tim AHM -RIFAI bahwa modus kecurangan rekapitulasi paling umum adalah politik uang. Jika pada saat pencoblosan pemilih menjadi sasaran, kini penyelenggara pilgub yang menjadi target politik uang. Yang paling rawan, penyelenggara pilgub  dibayar untuk mengubah hasil rekapitulasi. Namun, juru bicara AHM ini mengingatkan, kecurangan tidak akan terjadi apabila saksi dan pengawas pemilu benar benar bekerja optimal.

“Kecurangan pemilu selama ini terjadi lantaran saksi dan pengawas pemilu lemah dalam pengawasan, ini terbukti pada saat tahun lalu, “Kalau saksi dan pengawas serta penyelenggara benar-benar bekerja dan tidak kong kali kong, manipulasi dan kecurangan tidak akan terjadi,” ujarnya.

Didepan wartawan binpers.com , Salahudin mengatakan, politik uang memang menjadi celah kecurangan dan tidak luput dari pantauan masyarakat luas dan ingat banyak orang menilai bahwa Tim AHM akan sering membagi bagikan uang itu salah besar.

“Saya perlu sampaikan jika ada orang yang suka membuat isu seperti itu mohon di cek lagi karena itu tidak sama sekali AHM Rifai tampil dengan Hati dan keikhlasan masyarakat pendukung Makayoa dan banyak masa Ril yang dulu sampai saat ini masih tetap konsisiten untuk bangkit dan menang, maka itu jika mau AHM dan Rifai menang kita semua harus bersama sama  kawal perhitungan dan rekapitulasi suara,”ungkap Juru bicara AHM Rifai tersebut.

Hal yang sama pun dikatakan oleh Idrus, Tim pemenang zona Gane Raya, oknum di  tingkat KPUD bisa diduga melakukan dengan mengubah data rekapitulasi. Karena itu, pihaknya akan mengawal proses rekapitulasi secara ketat. Apalagi, AHM RIFAI punya saksi yang diwakili kader Partai  Golongan Karya dan PPP.

Pihaknya sudah menyiapkan sistem teknologi informasi untuk melakukan perhitungan riil. Laporan dari saksi di mana pun bisa dikirimkan ke Markas Besar AHM RIFAI Maluku Utara yang  di pusatkan di Ternate untuk memdapatkan data sehingga tim yang di Ternate bisa mengetahui perkembangan perhitungan suara di Desa Desa Maupun sekecamatan.

Rudi, Tim pemenangan AHM-RIFAI juga sudah sudah siap mengatur rencana dan langkah lain untuk memenangkan pasangan AHM-Rifai, tim AHM  sudah mengirim tim dari pusat ke daerah untuk melakukan verifikasi formulir C1 yang sudah ada nanti di tanggal 27 Juni 2018. Semoga Dengan semua langkah ini, ia berharap bisa mendeteksi dan mengantisipasi kecurangan dan manipulasi rekapitulasi suara.

Ahmad Hidayat Mus (AHM), mengutarakan bahwa dengan selisih hasil hitung cepat yang tipis dan tak seragam, semua pihak tentu berharap KPU bisa menyelesaikan proses rekapitulasi dengan sebaik-baiknya tanpa memihak ke salah satu kubu.

Menurutnya, penyelenggara pemilu sebaiknya tidak boleh  macam-macam, jangan seperti pengalaman tahun lalu semoga di tahun ini KPU mempertaruhkan nama baik jika berani main mata dengan salah satu peserta pilgub, maka akan terjadi kekacauan maka harus jujur dan amanah.

Menggelar proses rekapitulasi di semua jenjang bisa berlangsung transparan dan jujur. Ia meminta, semua pasangan calon dan tim kampanye mengikuti secara cermat kegiatan rekapitulasi berjenjang di tiap tingkatan.

AHM juga meminta tim Pemenang Cagub, cawagub menempatkan saksi yang kredibel pada pembahasan rekapitulasi di tiap tingkat. Sebab, di setiap tingkatan ada potensi kesalahan yang perlu dicermati.

“Agar proses rekapitulasi berjalan efektif dan efisien, maka  KPU dan Bawaslu telah sepakat akan bekerja secara terpadu mulai dari tingkat PPS dan pengawas pemilu lapangan (PPL) di tingkat desa hingga tingkat KPU dan Bawaslu di provinsi Lantaran waktu rekapitulasi berjenjang cukup singkat, KPU dan Bawaslu juga harus sepakat agar setiap persoalan yang ditemukan di jenjang tertentu harus diselesaikan secara cepat di tingkatan tersebut. Jangan sampai persoalan itu menjadi pekerjaan rumah pada tingkat berikutnya. Kalau ada masalah rekapitulasi di tingkat desa, paling tidak sudah harus selesai di tingkat PPK,” tegas AHM.

AHM juga merasa telah mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara pemilu untuk menjaga netralitas dan independensi serta profesionalitas dan integritas dalam memproses hasil pemilu. Sehingga hasil pemilu yang di tetapkan secara Umum ini memiliki kepercayaan tinggi ,dan bisa diterima untuk seluruh masyarakat Maluku Utara .

Dirinya juga menegaskan, KPU dan Bawaslu harus tetap netral dan independen. Menurut dia, KPU dan Bawaslu hingga saat ini tidak di bawah tekanan atau intimidasi siapa pun. Bagi siapa pun yang melakukan tindak pelanggaran pemilu Agar segera menindak tegas.

“ Sesuai aturan, Bawaslu akan bersikap tegas menindak tanpa toleransi,” tegasnya. (M Said Marsaoly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *