Korban Kecelakaan Dipulangkan Paksa RSU. Ampana, DidugaPelaku Ingkari Tanggung Jawab

Peristiwa kecelakaan yang menimpa 2 orang wanita warga Desa SPF Kec. Simpang Raya Kab. Banggai bernama Tria (15) dan Atmiati (22),yang terjadi di Desa Obo Balingara pada hari Selasa (22/5/2018) lalu menyimpan beberapa kejanggalan.

Kedua Korban ditabrak oleh Sahid, warga yang bekerja sebagai PNS berasal dari Longkonga Timur Kec. Bualemo mengalami luka-luka yang lumayan serius. Tria mengalami patah pada lengannya, sedangkan Atmiati mengalami patah pada kaki kanan.

Saat itupun korban langsung dibawa ke RS. Ampana Kec.Tojo Una Una dan mendapatkan perawatan tim Medis.

Awalnya Sahid sang penabrak  bersedia untuk bertanggung jawab dalam masalah pembiayaan terhadap korban dengan membuat pernyataan diatas materai, yang apabila ingkar bersedia untuk dituntut secara hukum.

Namun kemudian orang tua  korban, Sukiman merasa ada keanehan tatkala pihak rumah sakit tiba-tiba menyuruh pulang kedua korban padahal kondisi korban masih memerlukan penanganan tim Medis RS. Ampana tersebut.

Yang lebih membuat Sukiman tidak mengerti adalah alasan dokter yang menyuruh pulang kedua korban. “Kamu pulang saja ke rumah masing masing, kalau lama di sini kasihan yang nabrak,” ujar dokter tersebut.

Apa hubungannya antar dokter dengan masalah penabrak ini, bukankah tugasnya adalah hanya untuk membantu memberikan pertolongan medis agar pasien sembuh ? Muncul dugaan kuat dalam diri Sukiman bahwa sudah ada konspirasi antara pihak Rumah Sakit dengan sang penabrak.

Akhirnya korban yang masih dalam kondisi tidak berdaya tersebut dibawa pulang oleh pihak keluarganya. Setelah berada diluar Rumah Sakit, kakak sang korban, Fajar mencoba menghubungi Sahid, namun betapa terkejutnya karena Sahid yang di hubungi melalui telpon genggamnya menjawab terkesan seperti melepas tanggung jawabnya kepada korban.

“Sekarang saya (Sahid,Red) tidak mau tau lagi itu, adek biar saya tabrak mati tidak ada urusan,”ucap Fajar  menirukan perkataan Sahid.

Jelas perkataan Sahid tersebut membuat marah keluarga korbn, karena pada awalnya Sahid memohon agar permasalahan ini jangan di bawak ke ranah hukum, “kita atur baik baik saja saya tanggung jawab sampai sembuh Dan motor saya tanggung jawab di perbaiki,” ucap Sahid kala itu.

Hingga berita ini diturunkan, tim wartawan terus melakukan penggalian fakta-fakta terhadap permasalahan tersebut serta berkoordinasi dengan pihak Aparat terkait untuk ditindaklanjuti. (Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *