Ratusan Kades Di Polman Diperiksa Marathon Kejati Sulselbar

MAKASSAR, SULSEL (binpers.com), Terkait dengan kasus dugaan “Mark Up” pengadaan listrik tenaga surya yang menggunakan anggaran dana desa (ADD), 144 kades di 16 kecadalam Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar secara marathon diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi Sulselbar di Makassar.

Hari Jumat tanggal 4 Mei 2018 lalu, penyidik Kejati Sulselbar kembali memeriksa empat kades dikecamatan Anreapi yakni kades kades Kelapa Dua, Kades Pappandangan dan kades Kunyi dan hingga sekarang penyidik kejati Sulselbar telah memeriksa 80-an kades sebagai saksi terkait kasus dugaan “Mark Up” pengadaan listrik tenaga surya.

Menurut Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, S.H. para kades yang diperiksa itu untuk sementara hanya sebagai saksi dalam proyek pengadaan listrik tenaga surya, yang terindikasi korupsi sehingga pihaknya terus melakukan pemanggilan terhadap saksi-saks lain untuk mengusut proyek yang sekarang masuk dalam tahap penyididikan kejati Sulselbar.

Seperti telah dilangsir media ini sebelumnya, proyek pengadaan listrik tenaga surya dengan sumber dananya dari ADD bermula tahun 2015 dan pemkab Polman mengucurkan anggaran sebenyak Rp 4.610.047.000.- melalui Sekretariat Daerah dengan rekanan pelaksana CV. Zamzam. Kemudian tahun 2016, Dinas Kesehatan Polewali Mandar ( Polman) juga menganggarkan  proyek tersebut sebesar Rp 889.020.000.- dengan rekanan CV. Barman.

Selain itu, tahun 2016, Dinas Kesehatan Polman, juga menganggarkan sebanyak Rp 889.020.000.- dengan rekanan pelaksana CV. Barman serta melalui sekretariat daerah sebesar Rp 7.059.250.000 dengan kontraktor pelasana CV Barman serta melalui setda Polman sebesar Rp 7.059.250.000 dengan kontraktor pelaksana PT. Alif, kemudian CV.Binanga dengan anggaran sebesar Rp 16.920.000.- untuk pengadaan listrik tenaga surya di 144 desa di kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar.

Terakhir, tahun 2017, pemkab Polewali Mandar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kembali mengadakan proyek  listrik tenaga surya sebesar Rp 118.000.000 serta melalui setda Polman sebanyak Rp 8.941.680.000.- dikerjakan oleh PT. Alif Pratama dan CV. Binanga sebesar Rp 13.536.000.- Dan setiap desa mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 23.500.000, sehingga total anggaran untuk pengadaan listrik tenaga surya selama tiga tahun berturut-turut ( 2015,2016 dan 2017) mencapai Rp 52.144.024.000.-(Andira Mordani)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *