Menyatukan Kejayaan Masyarakat Pulau Obi Halsel Dimulai Dari Pelabuhan

Halsel-binpers.com, Pelabuhan OBI adalah akses jalur yang  sangat berkaitan erat dengan berdirinya masyarakat dan Kabupaten Halmahera Selatan khususnya pulau OBI, jadi tidak akan terpisahkan dengan berbagai keanekaragaman dan begitu banyak suku yang tinggal di pulau ini, maka Pelabuhan OBI harus semakin diperkuat dan dan kembangkan.

Demikian yang ditegaskan oleh Kepala Pelabuhan OBI atau yang sering di panggil Bp. Syahbandar ketika ditemui tim liputan media BN/binpers.com di Mosolah, Rabu (9/5/2018) lalu, disela-sela kegiatannya bergotong royong bersama masyarakat merenovasi Mesjid di desa Laiwui.

Ditengah kesibukannya sebagai Kepala Pelabuhan, Beliau selalu meluangkan waktu untuk terjun langsung  di tengah masyarakat memberikan semangat kerja dan memerikan motivasi agar masyarakat di pulau Obi khususnya di desa Laiwui ini bisa bersatu.

Apalagi menjelang bulan puasa,  dirinya mengajak kepada masyarakat untuk bersama menjaga dan memupuk kebersamaan meskipun berbeda agama, suku dan budaya.

“Kita tetap teguhkan Bhineka Tunggal Ika, karena kita satu NKRI maka jangan mudah percaya isu yang gampang memecah belah. Jika ingin daerah kita maju maka jangan percaya isu yang belum tahu sumbernya darimana,  kalau hanya sebatas mendengar lalu percaya itu tidak baik, lebih jelasnya harus di cek dan di kaji,”ucapnya.

Belum lama juga beliau dengan warga masyarakat desa Buton, pemuda dan pelajar, menggelar kerja bakti bergotong Royong membuat jembatan di di desa Jikotamo yang sudah hampir 2 tahun itu belum juga di perbaiki.

Atas inisiatifnya, masyarakat desa Buton dan Jikotamo pun bersama sama membuat jembatan  darurat yang didukung oleh unsur maritim dan stakeholder beserta sesepuh Masyarakat.

“Ide yang bapak syahbandar gagas sangatlah membantu masyarakat karena ini adalah jalan yang  menghubungkan satu desa ke desa lain, kami orang-orang tua di sini sangat senang dengan adanya jembatan ini,” ungkap salah satu sesepuh kampung Buton.

Dalam sejarahnya, sejak masuknya kapal dan didirikannya pelabuhan, masyarakat Obi sangat senang karena jalur dan akses masuk transportasi jalur laut sudah membaik berkat adanya pelabuhan yang sudah sangat baik pelayanannya dan dengan TOL laut bisa mencakup seluruh kebutuhan masyarakat pesisir pulau, telah menjadi bagian penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga posisi strategis itu mampu dipertahankan, diperkuat, dan bahkan lebih dikembangkan lagi.

Melalui kegiatan  silaturahmi yang di lakukan Bapak Syahbandar  tersebut, tujuannya selain untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan koordinasi antar unsur dan masyarakat, juga untuk semakin menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga pelabuhan sebagai sentral masyarakat , demi kejayaan masyarakat di kabupaten Halmahera Selatan  di Pulau Obi.

“Pelaksanaan tugas di wilayah kerja Pelabuhan OBI sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing,” tutur salah seorang warga suku Buton, La Ane

Sementara itu menurut salah satu Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Hubla, Bp. Kahar, bahwa antar pemangku kepentingan bisa lebih saling mengisi dan mengefektifkan, baik secara formal maupun nonformal, sehingga dapat meningkatkan solidaritas seluruh pemangku kepentingan unsur maritim Pelabuhan yang ada di Halmahera Selatan lebih khususnya di Pulau OBI.( M. Said Marsaoly)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment