Langkah Kejaksaan Negeri Sampit Kian Mantap

Dalam merampungkan berkas perkara  Jamaludin dalam kasus Tipikor di BPN Kotim  untuk segera diadili pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  Palangka Raya

Sampit-Kalteng-Binpers.com

Berkas perkara kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotim  Jamaludin dalam waktu dekat akan segera dirampungkan oleh Penyidik dari Kejaksaan Negeri Sampit, agar tersangka  segera diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  Palangka Raya,

Informasinya yang berhasil dihimpun oleh Wartawan Berita Investigasi Nasional binpers.com Kabarnya Jamaludin akan segera duduk dikursi pesakitan didepan para hakim yang berjubah serba hitam   untuk diadili guna  mempertanggung jawabkan hasil perbuatannya, Jamaludin  akan  dibidik dengan pasal  berlapis.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Sampit “Wahyudi”, saat dikonfirmasi oleh beberapa wartawan diruang kerjanya  Kamis,  03/05/18  bahwa Pihaknya dari Kejaksaan Negeri Sampit kian mantaf untuk melangkah paska Sidang  putusan hakim  yang menolak  Gugatan praperadilan yang diajukan Jamal dan Kuasa Hukumnya  di Pengadilan Negeri Sampit beberapa hari yang lalu,”Dengan ditolaknya gugatan tersangka  artinya apa yang telah dilakukan penyidik dari Kejaksaan Negeri Sampit sudah prosedural, kami sudah yakin itu  sejak awal,” Kata Wahyudi.

Wahyudi membeberkan pihaknya akan segera merampungkan berkas perkara ini, Jamaludin selain dijerat dua pasal dia juga dilaporkan kembali terkait kasus tanah dikawasan jalan Pelita barat oleh sejumlah mantan pejabat Kotim yang mengaku resah dan geram dengan ulah oknum  tersangka ini.

Diakui oleh Wahyudi lamban nya penanganan  proses hukum yang menjerat tersangka ini karena ada keterkaitan lembaga lain seperti BPN,Perbankan dan lainnya , kalau semua sudah rampung Wahyudi bisa memastikan akan segera menerbitkan Sprin dalam perkara itu.

Bidikan terhadap tersangka Jamaludin  cukup beralasan pasalnya, Pejabat sekelas tersangka  tidak lajim memiliki  aset yang luar biasa banyaknya, mulai dari kepemilikan sejumlah rumah dan bangunan  serta banyak memiliki tanah, jika dinilai bisa mencapai puluhan miliar rupiah, aset tersebut juga tersebar diluar daerah. (Misnato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *