Ketua Umum Watch Relation of Corruption Akan Laporkan Kembali Dugaan Tindak Pidana Korupsi Yang Dilakukan Walikota Bitung

Bitung-BN, Menanggapi permasalahan tindakan Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus Kuala Tembaga, hingga saat ini aparat hukum belum melakukan tindakan tegas terhadap Walikota tersebut.

Hal ini membuat Ketua Umum Watch Relation of Corruption, Arie Chandra, SH merasa perlu untuk melaporkannya kembali berdasarkan data-data yang berhasil dihimpun.

Ketika ditemui diruang kerjanya, di Gedung Grand Wijaya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dirinya menyampaikan berdasarkan atas laporan Masyarakat, LSM serta data-data yang ada, maka perlu disikapi oleh Aparatur hukum serta Instansi terkait.

Arie Chandra mengungkapkan, Walikota Bitung Maximiliaan yang saat itu menjabat Sekretaris Kota Bitung pada tahun 2006 – 2011 hingga kemudian terpilih menjabat sebagai Wakil Walikota Bitung tahun 2011-2016 pernah ditunjuk  sebagai PPATK dalam panitia Tanah Kuala Tembaga, serta diduga kuat telah  menerima uang pembayaran tanah dari DKP Bitung yang berinitial SBG (anggota DPRD kota Bitung) .

Sebagai salah satu putra dari Imam Sulisman, dirinya diduga sama sekali tidak pernah memberi kuasa terhadap orang-orang diatas untuk menerima transaksi pembayaran.

Beberapa kejanggalan lain yang ditemukan dalam perkara tersebut, ditemukannya 2 tanda tangan SK yang hari, tanggal, bulan serta tahun yang sama yang dilakukan oleh Walikota Bitung dan kepala BPN kota Bitung.

“Menurut saya, ada sedikit kejanggalan dan perlu ditelusuri,” ungkap Ketua Umum Watch Relation of Corruption ini.

Ironisnya lagi, ada informasi yang diterima baru-baru ini yang masih diuji kebenarannya, bahwa laporan no  STTLP/617a/VI/2015/SPKT diduga kuat sudah di SP3 kan.

“Bilamana ini terjadi, kesalahan terbesar Pemerintah atau penegak hukum harus berkaca pada konstitusi hukum yang benar serta tidak tebang pilih, dan tetap menyikapi perkara ini sampai adanya putusan-putusan dan membuktikan bahwa Walikota Bitung terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait kasus Kuala Tembaga,” Tegasnya seraya mengakhiri percakapan bersama wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim Investigasi media BN/binpers.com terus menggali informasi untuk mencari kebenarannya. (tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *