Kadis Perikanan Dan Kelautan Halsel Akan Tindak Tegas Pelaku Pencemaran

Halsel-binpers.com, Dinas Kelautan dan Perikanan Halsel  kini mencurahkan perhatian kepada sampah plastik dan limbah perusahaan yang ada  di wilayah pesisir dan laut di Desa Kawasi Pulau OBI ,hal ini di sampaikan Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan, Ani Radjilon menyusul munculnya predikat Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia.

KKP pun terus mengupayakan penanganan dampak sampah plastik di wilayah pesisir dan laut meskipun predikat itu belum terbukti secara ilmiah.

Bermunculannya perusahaan yang ada di pulau Obi membuat suasana masarakat semakin gerah dengan Sampah dan limbah perusahaan tersebut.

Pada saat di temui di ruangannya, ibu Kadis ini memberikan statemen yang keras dan merasa kecewa kepada pihak perusahaan yang terkesan tidak pernah peduli dengan kondisi tersebut.

Ani Radjilon memberikan keterangan bahwa sampai sejauh ini pihak perusahaan tidak pernah memberikan kabar atau penyampaian apa apa terkait dengan kotornya pantai dan limbah yang sejak lama mengalir dan mengotori laut yang mengakibatkan rusaknya ekosistem.

“Kalau banyak sampah, pasti banyak penyakit. Dan yang paling parah jika sampah itu sampai ke laut pasti akan membahayakan terutama ekosistem laut biota yang ada di laut, Pemerintah Halmahera Selatan  ingin menggalakan maritime tourism. Di sini kita akan menjual keindahan bahari kita dan kebersihan menjadi hal yang penting. Kalau laut kita banyak plastiknya, tentu tidak banyak turisyang mau berkunjung,” tegasnya ketika di temui Wartawan binpers.com.

Untuk Pulau Obi sendiri, dirinya  menyampaikan pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas bersama  dan pemerintah Halsel dalam hal tersebut, pihaknya  berkomitmen untuk mewujudkan kerja sama dengan pemerintah lokal dan organisasi Pemuda peduli sampah, pemuda dan pemudi Gita Laut Halsel dan masyarakat di pulau obi desa kawasi sendiri.

Senada dengan yang diucapkan oleh Kadis KKP, salah satu pengurus Gita Laut Halsel, Saeful mengatakan bahwa seminggu yang lalu telah dilakukan kerja bakti bersih pantai di Gane barat di desa Boso pantai Love, Pantai desa Cango  yang melibatkan remaja di setiap sekolah berhasil mengumpulkan sampah plastik lebih dari 8 karung  sampah.

“Masyarakat  menantikan peran yang lebih dari pemuda kampung yang tergabung di Gita Laut  yang merupakan Gerakan cinta laut dan dengan keiklasan mereka generasi muda yang peduli akan pesisir pantai,”ungkap Saiful.

Saiful menambahkan, meskipun orang luar lebih tahu Halsel, tetapi penanganan sampah yang buruk di Halsel khususnya pulau OBI ikut mempengaruhi penilaian terhadap pulau obi secara keseluruhan. Untuk itu menurut dia, penting untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat dan karyawan di Perusahaan tersebut

Penanganan masalah sampah tersebut sudah pernah dibicarakan langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tapi sampai sejauh ini Kadis KKP Halsel tersebut belum bisa menemuinya.

Tapi Ani merasa yakin pasti beliau akan sepakat serta akan membentangkan jaring yang dipasang di mulut sungai untuk mengurangi sampah dari sungai yang masuk ke laut.

Dinas kelautan dan perikanan juga akan membuat regulasi di pusat dan meminta Pemda membuat Perda untuk mengatur penyelenggaraan adat di laut agar tidak meninggalkan sampah plastik.

“Saya menyarankan pemberian sanksi bagi mereka yang membuang sampah sembarangan karena di kalau tidak ada sanksi, tidak jalan,” ujar Ani Radjilon.

Dia akan memberi statemen keras kepada setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan didenda.

Sampah plastik yang terurai menjadi sampah mikroplastik tidak saja mengancam ekosistem dan biota laut, tetapi juga berpotensi menyebabkan pencemaran rantai makanan oleh mikroplastik yang dalam kondisi tertentu mengikat bahan berbahaya. Ancaman terbesar mikroplastik adalah kontaminasi pada biota ekosistem atau habitat.

Sampah plastik yang tersangkut di perakaran mangrove juga mencemari dan mengganggu fungsi ekosistem, serta menyebabkan kematian bibit tanaman itu.

Selain itu, sampah yang menutupi perairan terumbu karang dapat meningkatkan toksisitas perairan dan menyebabkan koral patah. Sampah pun bisa menjerat atau termakan oleh biota laut.

“KKP Halsel telah melakukan berbagai upaya penanganan sampah plastik di wilayah Bacan di setiap desa  pesisir dan laut, tentang Pedoman Pengelolaan Limbah, membuat Pedoman Pengelolaan Pencemaran Sampah Domestik di Wilayah Pesisir, melakukan publikasi dengan poster, leaflet, dan film,” pungkasnya. (M Said Marsaly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *