BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

Warga Tuntut Pemdes Beri Solusi Terhadap Pencemaran Sampah

HALSEL-BN,  Kita kerap melihat banyak sampah plastik berserakan saat berkunjung ke pantai di Gane Barat Di desa Cango. Namun, tahukah Anda bahwa polusi laut ini bukan hanya terjadi di Cango, tetapi juga di seluruh kebupaten di di pinggiran pantai pesisir laut?

“Ini adalah bentuk tidak pedulinya perhatian pemerintah desa, setelah beberapa dekade yang singkat sejak manusia menggunakan plastik, kita justru tidak mau tahu dan tanpa sengaja membiarkan warganya membuang sampah di pinggiran pantai, hal ini merusak ekosistem kelautan,” kata kepala desa Cango Idhar Kifli  pihak pemdes kini sudah menyiapkan anggaran dan saat di konfirmasi sebulan  lalu.

Beliau sendiri menyampaikan kepada wartawan WRC, kini sudah pesan motor kaisar untuk mengangkut sampah, entah itu kapan belum tahu, hal itu juga sama dengan lampu yang sudah di pesan dengan anggaran desa yang sudah cair 20 persen, tapi setelah di cek hanya beberapa lampu yang menyala karena yang lain masih menungu alatnya.

Dan tidak jauh dari lokasi pantai, wartawan WRC juga mewawancarai salah satu warga bernama Iki yang juga memperingatkan bahwa polusi laut akan menimbulkan dampak kerusakan luar biasa pada kehidupan laut. Selain mengotori lautan, sampah plastik juga termakan dan meracuni hewan-hewan laut.

Kerap terlihat banyak sampah plastik saat berkunjung ke pantai di kampung ini. Namun, tahukah bahwa polusi laut ini bukan hanya terjadi di Cango, tetapi juga di seluruh kabupaten kota dan pesisir laut

Jika tidak mencegah sampah yang setiap kali di buang ke pinggir pantai, maka pencemaran akan selalu saja terjadi.

“ kita harus mendukung program GITA LAUT, kumpulsn anak anak muda yang membentuk Pemuda peduli sampah dan bekerja sama dengan KKP, sebagai orang Tua saya bangga dengan hadirnya anak anak ini, tapi saya juga merasa sedih dan kecewa ketika semangat yang mereka lakukan tidak didukung oleh pihak pemerintah desa dalam hal ini kepala desa, buktinya pada saat kerja bakti yang di lakukan anak anak di desa Cango tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat, padahal sudah di sampaikan ke kades sendiri tapi dia tidak hadir ,”ungkap salah satu warga.

Saifulah, Ketua GITA LAUT terkait masalah polusi sampah dalam perbincangannya dengan tim jurnalis BN/binpers.com mengatakan,  ketika kita tidak peduli sekarang maka kedepannya kita akan  kehilangan banyak harapan dan lambat laun akan merusak ekosistem kelautan jika tidak di buat bak sampah .

Dia memperingatkan bahwa polusi laut akan menimbulkan dampak kerusakan luar biasa pada kehidupan laut. Selain mengotori lautan, sampah plastik juga termakan dan meracuni hewan-hewan laut. Ini sangat tidak baik, tapi itu kenyataannya. Kita perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan plastik tidak ke laut,dan sampah Rumahan tidak di buang ke pantai.

Menurut Saiful, hal ini merupakan tantangan besar untuk semua desa yang ada di pesisir pantai dan salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menyetujui resolusi untuk menghilangkan sampah plastik  dan rumahan yang di buang ke lautan, seperti yang kita lihat saat ini banyak masyarakat yang masih belum sadar dan masih saja tetap membuang sampah di laut.

Beberapa warga mengungkapkan bahwa jika kami tidak buang sampah di pantai mau buang sampah di mana lagi? sedangkan pemerentah setempat saja hanya duduk diam tidak pernah membuat solusinya, tidak lagi membuang sampah dipantai.

“sampai saat ini Pemdes masih janji, menunggu anggaran yang cair supaya bisa beli motor kaisar, Tapi menurut saya kalau masih tunggu mendingan pihak desa membuat tempat sampah pake drum atau karung sementara itu malah lebih mudah dari pada menunggu sampai kapan anggaran cair sedangkan semakin hari semakin masyarakat yang membuang sampah rumahan ke pantai,”Ujar Mam Rin, salah satu warga setempat.

Jika semua pemerentah desa dan masyarakat  setuju dengan tujuan jangka panjang tersebut dan sepakat memberantasnya, maka hal itu akan menjadi keberhasilan desa dan kemungkinan  kampung ini akan terlihat bersih.( M. Said Marsaoly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *