Ada Apa Dengan Camat Batuaji Terkait Pasar Tidak Resmi

Batam-binpers.com, Keberadaan Pasar kaget semakin membuat para pemilik lapak di pasar resmi Kec. Batuaji Batam resah. Betapa tidak, selain keberadaannya yang berada di depan menghalangi pasar resmi, mereka pun menjual barang dagangannya dengan harga yang sangat tidak wajar alias dibawah standar harga pasar, juga tanpa membayar restribusi resmi yang dikeluarkan oleh Dinas terkait.

Hal inilah yang membuat para pemilik lapak yang sah merasa dirugikan karena barang –barang jualannya banyak yang tidak laku.

Menurut salah seorang pemilik kios resmi di pasar tersebut, Paijo (nama samaran) mengatakan bahwa dirinya bersama rekan pedagang resmi lainnya merasa tidak nyaman dengan kehadiran para pedagang illegal tersebut.

Dirinya pun menduga kehadiran mereka tersebut tidak dibekali  ijin dari dinas setempat, dan kemungkinan pula di backup oleh oknum pejabat tertentu, karena lebih dari setahun mereka dengan leluasa menjajakan daganganya.

“Perbedaan kondisi antara pasar kaget dan resmi sangat jauh mas, pasar kaget harga dan timbangan tidak ada yang memeriksa, tidak bayar sewa hanya bayar lampu dan keamanan sebesar Rp10 ribu, sementara kami bayar sewa listrik dan air serta harga dan timbangan, dari pihak Dinas perdagangan pun ada yang memeriksa, terlebih saat menyambut hari besar keagamaan,”ungkapnya.

Keluhan mengenai keberadaan pasar illegal tersebut pun datang dari masyarakat setempat. Selain posisinya yang semrawut juga kerap menimbulkan kemacetan karena parkir sepeda motor yang tidak tertib sampai menutupi sebagian ruas jalan.

Lurah Tj. Uncang, Anwarudin saat dikonfirmasi tentang masalah tersebut dengan tegas mengatakan bahwa Ijin Pasar kaget yang berada disekitar wilayah Merlion adalah Ilegal dan itu jelas merugikan pasar resmi.

“Selain merugikan juga menjadi kumuh dan kita nanti akan panggil RT dan RW nya,”ucap Anwarudin.

Namun pernyataan tegas Lurah Tj. Uncang diatas berbeda jauh dengan sikap dari Camat Batuaji ketika dikonfirmasi oleh tim media ini.

Camat Batuaji lebih memilih bungkam terkait keberadaan pasar illegal tersebut. Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan, ada keterkaitan apa antara ijin pasar itu dengan pak Camat ini?

Bukankah keluhan dari para pemilik pasar resmi yang telah membayar pajak untuk pendapatan daerah telah pasti dia dengar, namun kenapa terkesan seperti tutup telinga dan membiarkan kondisi ini berlarut?

Hingga berita ini diterbitkan, tim Investigasi media ini terus menggali informasi mencari kebenarannya (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *