BINPERS

Berita Investigasi Nasional

PLN Bright Batam Diduga Semena Mena

Batam-BN, Gugatan perbuatan melawan hukum(PMH) bergulir di PN Batam antara PLN bright Batam melawan Universitas Putra Batam(UPB)

Bahwa diketahui UPB mengalami kerugian yang signifikan dalam tagihan pembayaran listrik yang tergabung dalam materi dan in materil yakni Rp.303 juta.

Pihak UPB dalam hal ini melalui kuasa hukumnya Radius SH,MH, Adolf Pangaribuan,SH,mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak PLN Bright Batam semena-mena.

Lebih rinci berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan bahwa berdasarkan pemakaian UPB masuk dalam kategori sosial komersial (Blok I) yang pemakaian listriknya dibawah 60 jam/bulan.

Sebelum pihak UPB Melakukan pengecekan dan melakukan pembayaran ke pihak PLN Bright Batam yang berdasarkan pemakaian KWh/KVARh 11.820 x 350 (dengan daya listrik ) = Rp.10.207.752 dan ternyata jumlah tersebut salah, seharusnya Rp 4.137.000

Dan setelah pihak UPB merasa janggal terkait membengkaknya tagihan listrik saat itu(januari 2017) dan akhirnya dengan data yang sangat kuat memberikan somasi hingga 2X berturut-turut, muncul lah tarif baru di online namun dengan merubah daya listriknya yang tadinya 350 menjadi 863.6 namun dalam daftar tarif yang untuk blok I tidak ada angka 863.6,ungkap Radius

Namun ketika awak media mengkonfirmasi pihak Humas PLN Bright Batam yakni Bapak Bukti Panggabean, perkalian itu ada semua di dalam sistem, orang awam tidak bisa untuk melakukan penjumlahan itu dan semua itu ada di Peraturan Gubernur, namun ketika awak media meminta untuk mengkopi Pergub tersebut karena memang tidak dapat di akses, beliau mengatakan tegas tidak bisa(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *