BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Yana Mulyana Tepis Tudingan Sherly Bessy Terkait Penyerobotan Lahan

Garut-BN, Polemik lingkungan area Gunung Guntur semakin memanas dan berimbas pada persoalan konflik internal yang berkepanjangan.

Berawal dari sebuah pemberitaan di salah satu media online yang mengangkat pernyataan salah satu tokoh penting di Partai Hanura, H. Sherlly Bessy.

Dalam pemberitaan tersebut, Sherlly memaparkan tentang kejadian penyerobotan lahan miliknya oleh Yana Mulyana (Yana Mayor, Red) beserta rekannya yang berinitial Kurnia.

Menurutnya, Yana Mulyana dan Kurnia bukan hanya melakukan penyerobotan lahan akan tetapi juga melakukan tindakan pungutan liar kepada para sopir armada dumptruk yang mengangkut pasir dari area Gunung Guntur dengan menerapkan tarif sebesar Rp 60 ribu per dumptruk.

Namun hal tersebut dibantah dengan keras oleh Yana. Menurutnya, pernyataan dan tuduhan H. Sherlly terhadap dirinya adalah tidak benar.

Yana Mulyana (kiri), bersama rekannya

” Saya dan kawan kawan merasa sangat kecewa dan tersinggung dengan apa yang ditudingkan oleh H. Sherlly Bessi bahwa saya melakukan penyerobotan lahan miliknya dan melakukan pungutan liar kepada para sopir truk yang mengangkut pasir dari Gunung Guntur, seribu perak pun saya tidak pernah merasa melakukannya apalagi dengan tindak penyerobotan lahan milik keluarga H. Sherly Bessi,” Tegas Yana.

Yana pun tidak habis pikir entah apa maksudnya (H. Sherlly, Red) dan apa dasar bukti tuduhan itu dilontarkan, jelas ini menurutnya adalah fitnah.

“Kalau memang saya melakukan pungli dan penyerobotan lahan milik H. Sherly Bessi silahkan laporkan saja secara hukum,”ucapnya.

Yana beserta rekannya pun siap untuk membuktikan kebenaran ucapannya bahkan sampai sidang di pengadilan pun juga.

Dirinya mengatakan, semua masyarakat di kampung ini bahkan di kabupaten Garut tahu kalau dia hanya bergerak di usaha menyewakan villa warisan dari orang tua. Tudingan Sherlly Bessy terhadapnya dan Kurnia sangat tidak beralasan.

Wallahualam maksud dan tujuannya apa yang sebenarnya,saya hanya bersandar terhadap ketentuan Allah SWT yang lebih berhak untuk menentukan siapa yang benar dan salah. Biarlah opini masyarakat yang akan menilai dan melihat fakta yang terjadi sebenarnya yaitu siapa yang melakukan pungli dan siapa yang menyerobot lahan milik orang lain,” ungkap Yana memaparkan kepada tim tabloid Berita Investigasi Nasional di kediamannya.

Namun dalam permasalahan ini, Yana tidak akan diam begitu saja, dirinya akan tetap mencari kebenaran atas tudingan tersebut.

Tim media BN/binpers.com pun mencoba menelusuri permasalahan ini dan berhasil mendapatkan informasi dari salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Menurut narasumber tersebut, hal ini dipicu hanya karena permasalahan internal kecemburuan sosial yang berujung saling hujat dan saling menyalahkan.

” Saya selaku masyarakat biasa hanya berharap dan berdoa untuk masyarakat di daerah ini agar semua konflik bisa diatasi,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim wartawan media Berita Investigasi Nasional / binpers.com terus melakukan penelusuran dan menggali informasi terkait permasalahan tersebut sebagai bahan pemberitaan yang berimbang. (Laporan Toni, tim liputan Garut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *