Terendus Dana APBD Desa Di Wilayah Kecamatan Wakep Menjadi Ajang Penyelewengan

Walea Kepulauan,Touna,Sulteng (BN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) atau yang dikenal dengan sebutan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun belakangan ini sungguh menggiurkan. Hal ini karena besaran dana yang diterima Desa mencapai rata-rata Rp 1,1 milliar.

Tidak ayal lagi, salah satu Desa diantara beberapa Desa di kecamatan Walea Kepulauan ini terjebak permainan kotor dalam pengelolaan APBD Desa Tahun Anggaran 2017. Sebut saja Desa Louk (Toani-Red), mantan oknum Orang nomor satu di Desa ini tidak segan-segan menyelewengkan Dana ADD lebih kurang sebesar Rp 177 juta.

Dari warga diperoleh keterangan bahwa kasus penyalah gunaan dana oleh oknum kades tersebut sudah dilaporkan kepihak pemerintah terkait di tingkat kabupaten Tojo Una-una namun hingga kini kasusnya bagai ditelan ombak lautan Wakai. Oknum pelaku masih berleliaran bebas dikampung.

“Kami sudah laporkan secara tertulis kasus ini ke tingkat kabupaten namun tidak ada penyelesaian, mungkin oknumnya dianggap tidak bersalah atau kasusnya sudah ditelan ombak lautan Wakai dan pelakunyapun masih lalu lalang dikampung,” keluh seorang warga dengan nada kesal.

Masih dari warga, ditambahkan pula bahwa kebijakan pemerintah tingkat atas cenderung memberikan ruang gerak terhadap pelaku penyalah gunaan APBD Desa, buktinya selama ini pelanggaran terus terjadi tapi seperti sulit untuk diproses secara hukum, bahkan  keberadaan Tim Audit keuangan Desa tidak begitu sakti untuk menyembuhkan penyakit korupsi,  penyalah gunaan jabatan dan kewenangan. Ditambahkan pula (warga-red) “kami tidak tau lagi harus melapor kemana karena percuma dilapor tapi tidak diproses”.

Dari pantauan awak media ini terlihat bangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baru berdiri pondasi panggalan kalu balok diatasnya, perbaikan kantor Desa belum selesai sebagaimana yang termuat di DRK Desa Luok Tahun Anggaran 2017.

Pihak otoritas pemerintah kecamatan melalui sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa memberikan himbauan kepada seluruh kepala Desa diwilayah kerja Kecamatan Walea Kepulauan (Wakep) agar tetap mengikuti prosedur yang telah diatur secara teknis agar tidak terjadi masalah dalam pengelolaan dan pertanggung jawaban APBD Desa.

Pihak berwenang dalam hal ini Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Wakep saat dikonfirmasi terkait dugaan penyelewengan penggunaan dana APBD Desa tersebut mengatakan bahwa kasus ini sudah ditindak lanjuti  dan pihak kacabjari Wakep sedang dalam penanganan proses hukumnya.

Kepada awak media ini, warga meminta agar kasus penyalah gunaan dana Desa bisa diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku sehingga sasaran dan penggunaan Dana Desa bisa maksimal, Efektif dan Efisien yang nantinya menjadi contoh bagi oknum kades lain sehingga kedepan tidak ada lagi oknum yang berani bermain api dengan APBD Desa. (Tam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *