Dugaan Korupsi Dana Desa Di Desa Sungai DAU

KOBAR-KALTENG-BINPERS.COM –Meskipun  sudah banyak contoh  bahwa Kepala Desa  yang  tersandung kasus korupsi dana desa, mengutil uang rakyat untuk kepentingan peribadi  yang berujung ke Penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, namun masih ada saja yang masih  berani coba-coba untuk melakukan hal yang sama  dengan berbagai modus operandi.

Seperti yang terjadi di Desa Sungai Dau, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Walaupun saat ini begitu banyak pihak-pihak yang memantau dan mengawasi penggunaan dana desa itu, seperti KPK,TNI/POLRI, LSM serta masyarakat pun juga dilibatkan dan siap melaporkan jika ada temuan penyimpangan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan Berita Investigasi Nasional binpers.com setelah turun kelapangan dengan didampingi oleh LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) bahwa : telah ditemukan beberapa  item  proyek yang diduga fisik yang dibangun dengan menggunakan Dana Desa  ternyata Fisiknya tidak ada dibangun,diantaranya :

  1. Pembangunan Pintu Gergabang Batas Wilayah Seruyan sama Desa Sungai Dau sumber Dana APBDes tahun 2016 senilai Rp.44 juta.
  2. Lanjutan Pembangunan Dermaga Pemandian Umum senilai Rp.100 juta.
  3. Pembuatan jalan cor Beton menuju Dermaga Pemandian umum senilai Rp.191.6 Juta.
  4. Biaya Pemeliharaan Kebun Desa senilai Rp.4 Juta , Kebun desanya tidak tau dimana.

Kalau diteliti dengan seksama masih banyak yang lain nya yang tidak ada fisiknya.

Menurut Warga Desa Sungai Dau yang tidak mau namanya dipublikasikan bahwa “ Kalau ada pembangunan Pintu Gerbang,Dermaga Pemandian umum , pembuatan jalan cor Beton menuju Dermaga pemandian umum, mana bangunan nya kami tidak tau dimana dibangunan itu dan kalau ada kebun Desa dimana kebunnya, masa ada biaya pemeliharaan kebun desa  coba tunjukan dimana kebun nya,” Katanya.

“Kami dengar ada pembelian Laptop Desa,Printer Epson, Perlengkapan Sound Sistem, pengadaan GPS, Bantuan Bedah Rumah, mana barangnya dan rumah siapa yang dibedah, Pokoknya banyak pak kalo ditelusuri fisiknya itu tidak ada, artinya Oknum Kades/Pj.Kades Kami melaporkan pertanggung jawaban yang diduga fiktif atau laporan bohong,” Jelasnya.

Menurut Hairl, Gubernur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Kalimantan Tengah bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada Pj.Kepala Desa Sungai Dau dan Camat Arut Utara terkait permasalahan itu.

” Kami sudah berkirim surat dan mengudang Pj.Kepala Desa Sungai Dau tahun 2016 untuk datang ke Kantor Kami agar bisa memberikan penjelasan atau Klarifikasi terhadap temuan kami itu, namun hingga saat ini pihak Pj.Kades belum juga datang dan terkesan  tidak merespon surat kami,” Ujar Hairil

Hairil menegaskan akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi di Palangka Raya dan Gubernur Kalimantan Tengah. ” Bukti sudah kami pegang dan kami juga sudah turun kelapangan untuk membuktikan nya,” Tegas Hairil.

Sampai berita ini kami turunkan pihak Pj.Kades Sungai Dau tahun 2016 belum bisa dihubungi (Misnato)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *