Kapolres Polman Pimpin Operasi Patuh Siamasei 2018

POLMAN (SULBAR)-BN, Pelaksanaan kegiatan Operasi Patuh Siamasei tahun 2018 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai Kamis tanggal 26 April hingga Rabu tanggal 9 Mei 2018 yang berisikan atau ditikberatkan pada  Himbauan dengan sasaran pengendara bermotor bagi roda dua harus menggunakan Helm standar SNI, dan menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat.

Pengendara dilarang menggunakan Handphone saat mengemudi kendaraan, pengendara dilarang dibawa umur, dilarang berboncengan lebih dari satu dan harus dalam keadaan tidak mabuk dan atau tidak dalam pengaruh alkohol termasuk obat-obat terlarang seperti narkoba atau sejenisnya.

Selain itu, pengendara dilarang melawan arus serta harus taat pada rambu-rambu lalulintas dan pengendara wajib membawa serta kelengkapan kendaraan khususnya SIM dan STNK.

Hari kedua, Operasi Patuh Siamasei 2018, dalam wilayah hukum Polres Polewali Mandar, Polda Sulbar, Jumat tanggal 27 April 2018, sejak pagi hingga menjelang sholat Jumat di jalan Trans Sulawesi kelurahan Takatidung kecamatan Polewali. Operasi Patuh Siamasei 2018, dipimpin langsung Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai, S.H., SIK dan di dampingi Kasat Lantas Polres Polewali Mandar, AKP Suhartono, S.H., SIK.

Namun sebelumnya, anggota Polantas dibantu TNI dan anggota Polantas Polewali Mandar bertempat dipersimpangan Lapangan pancasila Pekkabata, jalanTrans Sulawesi melakukan aksi dengan membagikan  Brosur bagi para pengendara roda empat yang melintas dikawasan tersebut.

Dalam operasi Patuh Siamasei 2018, hari kedua yang dipimpin langsung Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai, sejumlah pengendara kendaraan bermotor terjaring karena tidak dilengkapai surat-surat kendaraan, bahkan sebagian tidak mampu memperlihatkan SIM dan STNK.

Sebagian besar mereka pengendara bermotor yang terjaring dalam raziah patuh Siamasei 2018 di jalan Trans Sulawesi tidak memasang tali pengaman helm, bahkan mereka yang memang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM atau STNK maupun kelengkapan lainnya, khususnya pelajar atau pengendara dibawa umur lebih yang menjadi sasaran operasi patuh Siamasei 2018 lebih memilih berputar kembali dan menghindari raziah polisi yang sedang melakukan swiping. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *