Akhirnya SMS Minta Maaf Kepada Camat Dan Kades

POLMAN (SULBAR)- BN, Sedikitnya 300 massa yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar kembali mendatangi gedung DPRD Polewali Mandar untuk mempertanyakan terkait pernyataan salah seorang oknum anggota DPRD dari Fraksi PPP berinisial SMS sebagai tindaklanjut sebelumnya, Rabu (18/4-2018) pukul 14.00 wita.

Puluhan kades, kadus yang dipimpin Camat Balanipa, Arifin Halim dan Ketua APDESI Cabang Polman, Darwis Kawandi mendatangi gedung DPRD Polman dan diterima Ketua BK DPRD Polman, Abdul Manaf Idroes didampingi Wakil BK, H.Hilal Danial, dan dua anggota masing-masing, Said Sidar dan Hamzah Syamsuddin seperti dilangsir dimedia ini sebelumnya.

Massa bersama Ketua APDESI Cabang Polewali Mandar, Darwis dan Sekretaris APDESI Polman, Husain Nawawi, Jumat (27/4-2018), yang diterima Ketua DPRD Polewali Mandar, Ir.Fariduddin Wahid, M.Si dan Ketua Badan Kehormatan DPRD Polman, Abdul Manaf Idroes, S.Sos dan sejumlah anggota DPRD dari Fraksi PKB dan massa menyebut SMS telah menyatakan dalam rekaman kades, Kadus dan Camat “SETAN”, sehingga atas peristiwa tersebut, komunitas para aparat desa meminta kepada oknum Ketua Fraksi PPP DPRD  itu SMS untuk menyampaikan permohonan maaf, baik secara langsung maupun melalui media massa.

Ketua DPRD Polewali Mandar, Ir.Fariduddin Wahid, ketika menerima komunitas apara desa mengatakan, salah satu instrument DPRD adalah Badan Kehormatan, tentu fungsinya untuk memanggil anggota dewan yang bermasalah untuk dimintai klarifikasi dan selanjutnya dilakukan mediasi sebagai bentuk solusi dalam menyelesaikan sengketa.

Menurut Fariduddin Wahid, secara kelembagaan, pihaknya sudah melakukan proses terhadap yang bersangkutan dengan mendengarkan klarifikasi dulu dari bersangkutan dan minta ditanggapi dan mencari solusi yang terbaik.

Sementara oknum anggota DPRD Polman dari Fraksi PPP SMS dalam kesempatan itu meminta kepada Badan Kehormatan DPRD menyiapkan rekaman asli agar jelasbrekaman itu, bukan editan. Namun Ia menyadari, sebagai orang biasa tentu memiliki kekurangan yang sangat besar.

Massa APDESI Polman didepan pintu masuk gedung DPRD Polman (27/4-2018)

“ Saya katakan bahwa di dalam rekaman itu ada bicara saya yang menyatakan, kalau kades, kadus dan camat yang tidak merata membagi renstra dan PKH, saya garis bawahi bahwa mereka  SETAN,” kata SMS.

Dalam kesempatan itu, SMS juga mengatakan bahwa pak Jokowi juga sudah menyampaikan bahwa ada 900 kepala desa masuk penjara ia bersama tehnis pernah melakukan peninjauan ke setiap desa untuk melihat jalan rabat beton dari 144 desa dan saya kunjungi sebanyak 72 desa, yang rabat betonnya dibangun asal-asalan.

“ Ini fakta, saya ada buktinya ini karena kapisitas saya sebagai anggota komisi II DPRD Polman”, ungkap SMS.

Sementara SMS minta rekaman asli dan jangan dipenggal, dirinya mau rekaman itu utuh, dirinya juga heran kenapa ada bahasa seperti itu.

Dalam kesempatan itu, camat Matangnga, Adam Haruna dengan tegas mengatakan, atas pernyataan yang disampaikan oknum anggota DPRD Polman, “ SMS” itu, pihak keluarganya sangat terhina.

Jika bermaksud menegur silahkan langsung sehingga tidak ada ujaran yang mengatakan “ SETAN”. “ Kami sangat heran, kalaupun informasi ini benar, kenapa informasi itu disampaikan di tempat umum pada saat kampanye. Dan  kami juga manusia biasa, yang tidak sempurnakalaupun kami salah, ada Tim pemeriksa yang berkompetensi atau memiliki kewenangan,”tegas Adam Haruna.

Dalam kesempatan itu, Camat Luyo, Asrul Ambas mengingatkan, pertemuan ini tampaknya tidak menemukan titik temu sehingga dirnya menyarankan kepada Ketua Badan Kehormatan (BK) agar dipertanayka kembali apa maksud dari pernyataan oknum anggota DPRD Polam itu, bahwa kades,kadus dan camat “SETAN”.

Menyikapi hal itu, oknum SMS kemudian meminta maaf kepada para kades, kadus dan camat yang tersinggung dengan pernyataannya.

“Maksud saya, tidak semua kades, kadus dan camat seperti itu, Sekali lagi, dengan hati yang Tulus, SAYA MOHON DIMAAFKAN,” pinta SMS. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *