PT. Aspal Bangun Sarana Cemari Lingkungan

Buang oli bekas sembarangan mengalir keparit dan anak sungai Tangkarap selanjutnya ke Sungai Mentaya

Kotim (Kalteng) –BN,  Keteledoran Pihak PT.Aspal Bangun Saran (PT.ABS) membuang oli bekas secara sembarangan membuat Lingkungan tercemar, hal ini patut untuk ditelisik dan dipertanyakan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan Berita Investigasi Nasional / binpers.com  setelah turun kelapangan  pada 17 April 2018  pukul 11.20 Wib telah menemukan tumpahan oli  bekas mengalir  disepanjang parit dan anak sungai Tangkarap , selanjutnya mengalir ke Sungai Mentaya  di Desa Bagendang Hulu , Kec.Mentaya Hilir Utara Kab.Kotim Prov.Kalteng.

Menurut keterangan Iyan, warga desa Begendang Hulu,  Pencemaran ini  berdampak  langsung terhadap dirinya dan keluarganya yang tentunya sangat merugikan.

Pasalnya air sungai yang dipergunakan setiap hari untuk mandi cuci dll beberapa hari ini tidak dapat digunakan akibat pencemaran tersebut.

Iyan beserta warga lainnya berharap kepada PT. ABS agar bertanggung jawab untuk membersihkan kembali sisa-sisa tumpahan oli bekas itu agar air sungai bisa digunakan kembali.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya. Gara-gara tumpahan oli bekas limbah PT. ABS ini, unggas peliharaannya tidak bisa dilepas, karena sudah delapan ekor unggas peliharaannya mati akibat menyedot air sungai yang tercemar limbah.

Menurut Pimpinan PT.ABS, Yuniar ketika di Konfirmasi melalui handpone mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berkomentar untuk menanggapi permasalahan ini karena dirinya belum tahu persis keadaan dilapangan, Yanuar akan mengutus anak buahnya untuk cek ke lokasi yang dimaksud.

Menurut Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM- LIRA), Hairil melalui Wakil Sekretarisnya Misnato, bahwa temuan ini akan dilaporkan kedinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab.Kotim, dengan harapan agar segera turun kelapangan untuk mengecek kebenaran informasi ini, Jika terbukti tumpahan oli bekas ini betul-betul merugikan masyarakat, tentunya perusahaan nakal ini harus ditindak dan diproses sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.(Penulis wartawan binpers.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *