BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Pungutan BP3 Yang Di Lakukan Oleh Sekolah SMA Negeri 1 Nuhon Di Pertanyakan

Nuhon-BN, Pungutan BP3 yang di lakukan oleh sekolah melalui Majid Sahi selaku bendahara BP3 di sekolah SMAN 1Nuhon kini menjadi pertanyaan di kalangan para orang tua murid.

Pasalnya  pungutan Rp70 ribu per siswa setiap bulan sangat memberatkan bagi orang tua murid yang taraf ekonominya masih sangat rendah.

Salah satu orang tua murid yang sempat di wawancara tim media BN/binpers.com pada  Senin (09/04/2018) menegaskan bahwa para orang tua murid di saat rapat terkait BP3 hanya sampai bulan Desember 2017.

Sekarang sudah lewat masih juga membayar,  jika tidak membayar uang BP3 murid tidak di ikutkan ujian sekolah.

Yang menjadi pertanyaan? Apakah di SMAN 1 Nuhon sudah tidak ada perhatian lagi dari pemerintah?

Sebenarnya di sekolah SMAN 1Nuhon ini agak berbeda dengan sekolah yang lain, sebab ketua komite yaitu Irwanto Kulap berasal dari anggota dewan komisi tiga.

Menurut bendahara BP3 Majid Sahi saat di konfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya pungutan Rp70 ribu persiswa sudah sesuai Pergub, akan tetapi yang menjadi pertanyaan orang tua murid jika 236 siswa di kali Rp70.000 jumlahnya Rp16.520.000 jika di kali tiga bulan total semua yang di terima sekolah adalah Rp 49.560.000. Uang sebesar itu akan dilokasikan kemana?

Majid Sahi menegaskan,  pungutan sudah sesuai dengan Pergub, dana di peruntukan untuk operasional sekolah serta membayar guru honorer berjumlah 21 orang  sesuai tugasnya masing masing  di bayarkan Rp15 ribu perjam .

Hingga berita ini diterbitkan tim wartawan binpers.com belum mendapatkan klarifikasi dari kepala sekolah dan komite sekolah terkait permasalahan tersebut.(herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *