Jaksa Tuntut Seumur Hidup, Penasehat Hukum Pledoi Secara Lisan

Sidang tuntutan kasus narkoba atas M.Amin bin Hamid membuat terdakwa pucat pasi sebab dakwaan yang ditujukan padanya yakni primer pasal 114 ayat 2 dan subsider 112 ayat 2 UU no 35 Tahun 2009 tentang Narkoba,Senin(16/04/2018)

Pada pemeriksaan sebelumnya jaksa mengatakan tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar pada diri terdakwa.

Terdakwa juga tidak memiliki ijin dan hak atas kepemilikan barang haram tersebut yang jumlah nya mencapai hingga 42 ribu butir pil ekstasi. Dan hingga saat ini siapa tuan dari barang haram ini, terdakwa tidak mengetahui nya namun saat saksi dari kepolisian dihadirkan ada oknum bernama Arwan yang sampai saat ini menjadi DPO (Daftar pencarian orang)

Jaksa Penuntut Umum, Samuel Pangaribuan. SH  mengatakan berdasarkan fakta persidangan dan mendengarkan saksi serta bukti maka jaksa memberi tuntutan yang amat sangat membuat kurir Narkoba ini menjadi tua di lapas (lembaga pemasyarakatan) yakni seumur hidup.

Namun sedikit aneh mengapa dengan tuntutan seumur hidup (PH) Penasehat Hukum terdakwa melakukan Pledoi Secara Lisan?

Saat dikonfirmasi PH terdakwa yakni Eliswita. SH menanyakan terkait Pledoi lisan tersebut alasan bahwa berkas ini harus putus besok (17/04/2018). “ mana sempat lagi saya membuat Pledoinya,”keluhnya.

Sementara Pledoi lisan yang diminta oleh Eliswita SH, bahwa terdakwa terpaksa melakukan pekerjaan tersebut karena terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan memiliki tanggungan, ungkap Eliswita, SH. (rs)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment