BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Masyarakat Gudo Jombang Ajukan Gugatan Baru

Jombang – BN, Zaini, Rahmat dan Suwadi, Tiga Orang warga dari Desa Gempol Legundi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Jawa Timur terus berupaya mencari keadilan yang seadil – adilnya melalui pengacaranya Arie Chandra SH, akan melakukan upaya hukum dan mengajukan gugatan baru di Pengadilan negeri Jombang.

Hal tersebut disampaikan langsung Arie Candra, SH, disalah satu Hotel di Jombang.

Dirinya menuturkan, bahwa sebenarnya kliennya memiliki bukti yang cukup kuat terhadap kepemilikan lahan yang di perkarakan, namun di mana letak salahnya sehingga Mahkamah Agung menolak Peninjauan Kembali atau PK.

“ Sebenarnya Zaini, Wahyu Rahmat serta Suwadi sudah memiliki legalitas yang jelas, namun mereka dalam sidang baik ditingkat pengadilan Negeri Jombang, Pengadilan Tinggi Surabaya hingga Mahkamah Agung mereka dikalahkan,” Tegas pengacara tersebut.

Arie menambahkan, bahwah masing – masing warga yaitu Zaini, Wahyu dan Suwadi sudah memiliki dokumen yang cukup, terkait sebidang tanah sesuai dengan akta perjanjian beli, dan data warkah tanah berdasarkan pembagian waris.

Diduga mereka semua dikalahkan dengan adanya keterangan palsu dari pihak lawan, yaitu keluarga Karsiran dalam gugagat Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung, sehingga pengadilan telah melakukan eksikusi.

” Sebenarnya mereka telah memiliki bukti yang cukup kuat terhadap sebidang tanah yang menjadi sengketa, namun dikarenakan ada dugaan keterangan palsu dari pihak lawan dipersidangan akhirnya mereka kalah,” jelas Arie.

Namun sesuai dengan kuasa yang diberikan kepadanya, Arie Chandra, SH akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan baru karena diduga ada kesalahan dalam penerapan hukum.

“ kami akan melakukan upaya hukum, Diduga ada kesalahan penerapan hukum,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi Rahmad mempercayakan kasus ini kepada kuasa hukumnya dan dirinya memiliki keyakinan gugatannya akan di kabulkan, sebab sesuai dengan fakta dan realita yang ada bahwa dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh Kasiran dengan cara melakukan eksekusi diduga bertentangan dengan norma hukum yang ada karena diduga pihak lawan sudah memberikan keterangan palsu dipersidangan.

“Kami yakin bahwa kuasa hukum kami (Arie Chandra. Red) dapat memenangkan gugatan yang akan dilayangkan karena kami memiliki bukti baru yang dapat dijadikan alat bukti yang cukup dipersidangan nanti,” ungkap Wahyudi.

Suwadi juga memiliki harapan dan keyakinan yang sama bahwa sebidang tanah dan bangunan yang ikut tereksekusi beberapa waktu lalu akan terselesaikan dan kembali ke pihak yang berhak yaitu keluarganya sesuai dengan dokumen dan keterangan saksi – saksi.

” Kami yakin dan percaya kepada pengacara kami untuk melakukan gugatan baru sesuai dengan bukti-bukti yang kami kumpulkan sehingga pengerusakan rumah dan penyerobotan lahan milik kami dapat diproses sesuai dengan fakta yang ada,” Jelas Suwadi.

Sementara itu Zaini salah satu pengurus masjid Desa Gempol Legundi, juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan saksi hidup ketika para pemilik yang sah masih hidup, meski masjid tidak dirobohkan namun upaya hukum terhadap kepemilikan sebidang tanah yang dijadikan area lahan pembangunan masjid sudah sesuai prosedural hukum dan telah besertifikat sesuai dengan surat wakaf yang di saksikan oleh banyak pihak.

“ Kami berharap agar nanti ketika gugatan baru dilayangkan melalui kuasa hukum kami, status lahan dan bangunan Masjid kami jelas dan terang benderang tidak ada lagi yang mempermasalahkannya, karna ini rumah ibadah hendaknya siapa saja yang memperkarakan mohon kiranya mengunakan kata hati,”Tandas Zaini. (Tim Jombang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *