Telat Bayar, Multifinance Sinarmas Diduga “Rampas” Mobil Anggunan Kredit Dijalan

Bitung,( Sulutgo ) – binpers.com, PT Sinar Mas ( Multifinance Sinarmas ) yang berkantor di Jalan Wolter Monginsidi No 14 D Wangurer , Kota Bitung, dituding melanggar hukum karena diduga melakukan penarikan paksa sebuah mobil pick up Grandmax  nopol DB 8965 CD warna putih tahun 2013.

Kejadian itu terjadi pada hari Senin tanggal 5 Pebruari 2018 jam 17.00  berlokasi di sekitar gedung SMP 12 Bitung.

Kendaraan bernopol DB 8965 CD yang di anggunkan di Multifinance Sinarmas atas nama Jumria Abdul warga Kelurahan Kakenturan satu Kecamatan Maesa Kota Bitung, “di Rampas” oleh kolektor  Sinarmas dengan dalih hanya sekedar titipan, padahal pihak finance belum sekalipun melayangkan surat peringatan (SP) pada konsumen.

Akibatnya, konsumen merasa sangat di rugikan oleh kebijakan pihak finance Sinarmas yang di anggap telah melakukan perampasan di jalan oleh bagian penarikan yang berjumlah 5 orang eksekutor yang di pimpin oleh V dan R.

Atas kejadian itu,  Perusahaan yang bergerak di bidang perkreditan tersebut, terpaksa dilaporkan kepada BPSK dan Polres Bitung atas dugaan tindak pidana pencurian dan perampasan.

Pihak konsumen juga berencana menempuh jalur hukum atas kesewenang – wenangan yang di lakukan oleh bagian penarikan Sinarmas yang diduga tidak sesuai dengan prosedur.

Irwan Pakaya suami dari konsumen Jumria Abdul mengatakan pinjaman uang di finance Sinarmas ini sudah berjalan 5 bulan,dan  telah  menyetor 3 bulan, kemudian setoran 1 bulan terlambat bayar karena masih mendapat musibah.

“ Tiba-tiba saya mendapat telepon pemberitahuan dari kantor pusat mengingatkan untuk menyetor tunggakan, dan saya menjawab kepada finance pusat, iya saya akan menyetor tunggakan tersebut,” ucapnya.

Saat memasuki bulan ke -2 sudah tidak ada lagi pemberitahuan dari kantor pusat, kemudian dirinya  mendapat telepon dari pihak finance Sinarmas yang menyampaikan tunggakan selama 2 bulan.

Melalui pembicaraan di telpon Irwan Pakaya juga menyampaikan akan setor untuk 1 bulan dan dari pihak finance mengatakan untuk setoran 1 bulan di bawa besok ke kantornya.

Tak berselang lama, pihak Sinarmas bertanya lagi tentang keberadaan kendaraan tersebut, dan dijawab ada di lokasi SMP 12.

Tidak sampai setengah jam kemudian, tiba-tiba bagian penarikan dari pihak finance Sinarmas yang berjumlah 5 orang eksekutor tersebut muncul di lokasi berdiri  di samping mobilnya yang sedang parkir, hingga Irwan sempat kaget dengan kemunculan pihak finance tersebut.

“Di dalam hati saya sempat bertanya ada apa ini,padahal sudah ada pembicaraan melalui telpon besok saya di suruh ke kantor untuk menyetor  1 bulan yang sudah menunggak 2 bulan setoran,” ujar Irwan.

Akhirnya terjadi perdebatan antara pihak finance Sinarmas dengan Irwan sang pemilik kendaraan.  Irwan  menjelaskan kepada pihak finance Sinarmas bahwa mobil ini sedang di pakai orang untuk muatan barang pindahan.

Namun dengan lantang Pihak finance Sinarmas menjawab “ Biar jo mereka (terserah mereka) mau jalan kaki atau apa !”.

Irwan akhirnya hanya mampu melihat Pihak finance Sinarmas membawa mobilnya. Ketika dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan  kendaraan, dirinya menolak  walau dengan bujuk rayu V yang mengatakan kepadanya, “ tanda tangan jo nanti besok bawa setoran 2 bulan kendaraan bisa di ambil kembali”.

Pada hari Rabu  tanggal 7 Pebruari 2018, Irwan datang ke kantor Finance Sinarmas  menghadap V dengan membawa uang setoran tunggakan selama 2 bulan.

Hal itu dilakukannya karena sebelumnya V telah berjanji apabila menyetor tunggakan maka kendaraan akan di kembalikan. Namun ternyata kendaraan tidak bisa di ambil, karena sudah ada di Manado.

Ironisnya, untuk dapat diambil Irwan harus membayar pelunasan semua atas cicilan kendaraan itu. Akhirnya Irwan pun dengan terpaksa menyetujui permintaan V untuk melunasi semuanya. kendaraan tersebut.

Lagi-lagi nasabah Finance malang ini terperangah, di saat kendaraan mau di lunasi jumlahnya membengkak sampai Rp 49 juta, padahal menurut catatannya pelunasan tersebut hanya berjumlah Rp 40 juta.

Sementara itu, V saat di konfirmasi via telpon seluler oleh awak media mengatakan, “saya sudah tidak kerja lagi di finance Sinarmas, karena bulan kemarin sudah habis masa kontraknya, kenapa Pak Irwan bawa – bawa nama saya, kan saya sudah bilang sama pak irwan langsung saja datang ke kantor, kenapa harus cari saya ?”

V pun mengatakan bahwa yang melakukan penarikan kendaraannya adalah anak buahnya, namanya marthon.

“ Kalau pak irwan katakan bahwa tidak ada surat, kenapa di tanda tangani surat terima barang,

kan suratnya sah, kami juga bawa fidusianya. Serta kami Juga telah melayangkan surat  peringatan dan di ketahui oleh istri dan anaknya,” ungkapnya.

Di Tempat terpisah R bagian marketing menceritakan bahwa Irwan dibantunya dalam proses pencairan pinjam dana tanpa ada uang muka dan tanpa depe 35 %.

“ Saya pontang panting berjuang untuk membantunya supaya bisa dapat pencairan dari finance Sinarmas,   Di saat dia menunggak otomatis posisi pekerjaan  saya terancam, mengingat Konsumen sudah 3 bulan lebih menunggak, maka saya harus bertanggung jawab dalam hal kendaraan tersebut,” ucap R. (Sulutgo-01 )

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *