BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

PT. Salonok Ladang Mas Diduga Kebal Hukum Abaikan Aturan dan UU

“Garap Lahan Bermasalah Dengan Masyarakat ,Untuk Melakukan Penggalian Tanah Latrit /Penambangan Galian-C Yang Diduga Kuat Illegal ”

Seruyan (Kalteng)-binpers.com, Aktivitas Penambangan / Galian tanah Latrit diwilayah hukum Polres Seruyan makin marak, Dinas terkait dan Penegak Hukum setempat terkesan tutup mata untuk melakukan pembiaran ini , fakta dilapangan terbukti telah ditemukan Aktivitas Penggalian Tanah Latrit / Penambangan Galian-C dengan menggunakan alat berat (Exapator) yang diduga kuat Illegal dikawasan lahan yang bermasalah dengan masyarakat dilakukan Oleh PT.Salonok Ladang Mas ( PT.SLM) dengan menggunakan jasa CV. Dwi Karya sebagai Kotraktor menimbulkan Konflik yang memanas dengan masyarakat pemilik lahan  baru-baru ini.

Hasil Temuan Tim Investigasi Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Terkait Dengan Adanya Aktivitas Alat Berat Exacator Dan fuso Milik PT. Salonok Ladang Mas Melakukan Penggalian Tanah Latrit Dilokasi Lahan Yang Bermasalah Dengan Masyarakat Dibukit Batu Gador Desa Sembuluh Kec.Danau Sembuluh, Kab.Seruyan, Prov. Kalteng,Yang Diduga Kuat Tidak Memiliki Izin Galian C

Informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan Berita Investigasi Nasional/binpers.com saat berada dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) mendampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) pada hari Jum’at 02 Maret 2018 yang lalu bahwa Aktvitas ini nampaknya sudah berjalan sejak lama tidak terendus oleh media dan lembaga serta penegak hukum untuk mempertanyakan perijinan yang dimiliki oleh perusahaan  ini.

Hasil penelusuran awak media ini bahwa Fakta dan bukti di TKP nampak jelas dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa aktivitas penggalian ini sudah lama dilakukan karena ketinggian bukit Batu Gador di Desa Sembuluh Kec. Danau Sembuluh Kab. Seruyan Prov. Kalimanatan Tengah diruntuhkan dengan alat berat (Exapator) untuk mengambil  Tanah Latrit itu kemudian dibawa menggunakan Puso dan Truk, informasinya untuk menimbun jalan dilokasi Perkebunan Kelapa Sawit milik PT. SLM.

” Lahan ini sebagian hak milik saya yang dikuasai secara turun temurun dan  selalu saya rawat, dan tidak pernah saya perjual belikan kepada siapapun  dan tidak pernah ada bermasalah, setelah ada kehadiran PT.SLM ini baru timbul banyak masalah,” Ujar Wardian pemilik lahan.

Dirinya mengungkapkan bahwa PT.LSM ini sudah empat kali kami ingatkan agar jangan menggarap/ mencuri lahan kami , bahkan sudah berjanji dan disaksikan oleh Anggota dari  TNI/Polri yang ngepam di Perusahaan itu datang ke lokasi ini, mereka berjanji tidak akan melakukan nya lagi sebelum ada kesepakatan mediasi di Kantor Desa , namun nampaknya peringatan ini masih saja dilanggar  oleh  perusahaan nakal ini,dengan modus operandi tiga kali ganti alat berat dan operator tetap  melakukan penggalian secara diam-diam.

“ Kalo dihitung  ribuan ret tanah latrit kami sudah dicuri perusahaan nalak ini tanpa ada pembayaran, hal ini nanti akan kami tuntut ” tegas Wardian.

Sekedar untuk diketahui bahwa aktivitas dan aksi perusahaan ini terendus oleh pemilik lahan , awak media dan LSM LIRA, secara langsung menyaksikan di TKP pada hari Jum’at  tanggal  02 Maret 2018 siang, Pemilik lahan menghentikan aktivitas  operator  alat berat , situasi kian memanas sehingga pihak Squrity Perusahaan beserta TNI/Polri yang ngepam diperusaaan itu datang ke lokasi, Alhasil setelah mediasi di TKP yang tidak dihadiri manajemen tertinggi dari pihak perusahaan yang bisa mengambil keputusan terpaksa aktivitas perusahaan untuk menggali dihentikan sementara sampai adanya keputusan yang mengikat antara kedua belah pihak, Alat berat dan armada pengangkutnya dikeluarkan dari Lokasi TKP.

Menurut HAIRIL  Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA),” Temuan ini akan kami telusuri dan akan kami tindak lanjuti sampai tuntas, kami akan surati Manajemen Perusahaan PT.SLM dan mengundang mereka ke Kantor LIRA guna meminta penjelasan / Klarifikasi  terkait dengan perizinan Galian C yang mereka miliki, yang saat ini diduga kuat Aktivitas mereka Illegal,” Ujar Hairil.

“Jawaban dan Klarifikasi dari pihak perusahaan PT.SLM itu nantinya akan menjadikan barometer kami untuk melakukan pelaporan ke dinas terkait dan penagak hukum jika terindikasi ada pelanggaran hukum, serta untuk bahan  pemberitaan dimedia massa,” kata Hairil.

“Kami tidak mengerti, apakah pihak terkait dan penegak hukum diwilayah ini tidak tau ataukah pura-pura tidak tau adanya aktivitas Penggalian tanah Latrit yang diduga Illegal yang  dilakukan PT.SLM ini atau bagaimana ???, ungkap Hairil.

“Jika mereka sudah tahu, ber arti selama ini dinas terkait dan penegak hukum diwilayah ini  diduga kuat turut serta melakukan pembiaran, dan turut serta menikmati sogokan uang haram dari perusahaan nakal ini yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara dari sektor perizinan dll,” Tegas Hairil.

“Dugaan Illegel ini masuk akal setahu saya tidak pernah ada perijinan ganda diatas lahan yang sama, artinya Izin perkebunan tidak bisa tumpang tindih dengan izin Galian C,” Beber Hairil.

“Jika terbukti aktivitas penggalian ini tidak berizin, maka kami dari LIRA akan melaporkan setangan kepada Penegak Hukum, dan LIRA siap mengawal dan mendampingi serta mengusut kasus ini sampai tuntas,” Tegas Hairil

Sampai Berita ini dilangsir Pihak Manajemen Perusahan PT.Salonok Ladang Mas dan pihak terkait belum bisa dikonfirmasi. (Penulis Misnato Koordinator Wilayah Kalimantan Tengah pada Tabloid Berita Investigasi Nasional/binpers.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *