Proyek Miliaran Pasar Wakai Bermasalah Berat

Ampana-BN, Proyek pembangunan Pasar Wakai, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng, terlantar bagai tak bertuan alias mubazir. Proyek yang dibangun sejak tahun 2015 dengan menelan dana miliaran rupiah mulai banyak bahagian bangunan yang rusak.

Hasil Investigasi Wartawan Binpers.com belum lama ini di lokasi proyek pasar Wakai, melihat beberapa bahagian bangunan yang retak dan rusak seperti lantai, dinding pasar, plafon.  Di lokasi tersebut juga terdapat sisa papan proyek yang masih terlihat. Dimana tertulis proyek pembangunan kios pasar wakai, dengan tanggal kontrak 22 Mei 2017 dengan nilai kontrak Rp1.222.000.000 dikerjakan oleh CV. Kris Pratama Mandiri.

Di bahagian lain juga ada paket pekerjaan pemasangan paving halaman parkir pasar Wakai, dengan tanggal kontrak 21 Juli 2017, dengan nilai kontrak Rp149.580.000 tahun anggaran 2017 dikerjakan oleh CV. Lilian Sejahtera.

Kondisi bangunan proyek pasar Wakai dan Pasar Pusat Kuliner di Wakai yang mubazir dan mulai tampak rusak parah

Salah satu warga Wakai Yadi, yang menemani media ini melihat kondisi bangunan pasar Wakai itu menilai, pembangunan proyek pasar Wakai itu terkesan buang-buang anggaran daerah dan negara. Sebab, proyek yang dibangun atas kerjasama Kementerian Perdagangan dengan Pemda Touna sejak tahun 2015 yang terbagi dalam beberapa tahap pembangunan itu sampai saat ini tidak digunakan.

Dia berpandangan, pembangunan proyek di Wakai selama ini terkesan asal-asalan, seperti tidak ada koordinasi antarinstansi teknis. Di lain sisi, perencanaan dilakukan tanpa kajian matang yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Alhasil, walau kontrak proyek telah selesai, fasilitas publik itu belum bisa dipakai. Dampak buruk yang ditimbulkan, infrastruktur itu berubah menjadi rusak parah.

“Seandaianya ada koordinasi antarinstansi teknis dalam pembangunan proyek pasar Wakai ini, pasti akan diikuti pembangunan jalan menuju pasar. Nah, ini kondisi jalan menuju pasar baru masih berlumpur,” urainya.

Diketahui, di sekitar lokasi proyek pasar Wakai ini, ada juga proyek rumah sakit terapung Wakai, pasar pusat kuliner. Semua proyek itu sampai sekarang tidak dipakai. Akibatnya bisa lihat sendiri, semua bangunan itu rusak oleh ulah tangan jahil. Sebab, tak ada pengawasan.

Sebenarnya, sambung Yadi masyarakat Wakai sudah bersuara atas terbengkalainya beberapa pembangunan di Wakai. Namun, suara-suara itu tak didengar pejabat terkait.

Harapan terakhir masyarakat gantungkan ke aparat penegak hukum untuk memeriksa pelaksanaan proyek tersebut. (Ags)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment