Program Pamsimas Desa Tobelombang Diduga Ada Permainan Kotor Libatkan Kades Setempat

LUWUK BANGGAI-BN,  Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa Tobelombang, dusun Poposon tercium aroma tidak sedap. Diduga kuat ada permainan kotor di dalamnya  yang  melibatkan oknum kepala desa  setempat WL beserta  kelompok  JL .

Program Pamsimas yang di adakan oleh PU Cipta Karya kabupaten Banggai ironisnya ketika sosialisasi awal dengan masyarakat,  program yang telah disepakati akan dilksanakan setelah turun pagu anggaran.

Namun hal tersebut berubah sembilan puluh derajat karena tim verifikasi desa dalam pengadaan pipa material yang di pilih langsung oleh masyarakat tidak lagi di fungsikan.

Menurut tim verifikasi desa, Yanes Taidi dan Irsan Sarinusa saat dikonfirmasi wartawan BN/binpers.com mengatakan kepengurusan program tersebut langsung di kendalikan oleh JL.

“Kami sudah mengecek harga pipa di toko yang ada di Bunta, akan tetapi begitu sudah pencairan, kami sudah tidak difungsikan lagi pengadaan pipa sudah langsung dari luwuk yang tangani,” tegas Yanes Taidi

Dugaan kuat pun muncul dinas terkait turut bekerja sama dengan JL untuk mengendalikan program Pamsimas dan memanipulasi data kualitas pekerjaan karena Tim Verifikasi memiliki bukti kwitansi yang diduga fiktif yang dibuat oleh bendahara Pamsimas Febi Farera.

Menurut pengakuan Febi Farera saat di konfirmasi di kediamannya di Desa Honbola kecamatan Batui mengatakan kwitansi itu dibuat atas perintah JL  a/n Gombe senilai Rp. 1.044.000,- untuk pengadaan material pasir, selanjutnya  JL yang urus tanda tangannya Gombe.

Pengakuan ini dapat di pertanggung jawabkan oleh Febi Farera selaku bendahara Pamsimas karena   saksi saksi saat itu pun ada.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya, Robi Kuju saat di konfirmasi wartawan terkait permasalahan  hasil pekerjaan di lapangan yang  tidak maksimal dan terindikasi pembohongan publik di dalamnya ini membenarkan adanya ketidakberesan  dalam melaksanakan  pekerjaan di lapangan terkesan pengurus Pamsimas desa tutup mata dengan permainan kotor JL di lapangan.

Berbeda dengan Sulkifli Aliu alias ICA, saat di konfirmasi melalui telepon genggamnya mengatakan bahwa pekerjaan sudah sesuai juknis.

“Program Pamsimas di desa Tobelombang sudah selesai atau sukses,” tegasnya.

Namun pernyataan Ica dibantah keras oleh Masyarakat dan tim verifikasi  Yanes Taidi yang mengatakan bahwa pekerjaan belum selesai , di duga  JL dkk telah berkolaborasi  untuk memanipulasi data fisik maupun data tulisan karena semua pertanggung jawaban di duga fiktif tidak jelas kebenarannya.

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi media BN/binpers.com masih menggali kebenarannya sebagai bahan berita yang seimbang. *herman*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *