Pemerintah Dituntut Serius Memburu Koruptor Di Kabupaten Banggai

LUWUK BANGGAI-BN,  Untuk melaksanakan pembangunan ditiap tiap wilayah, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana APBN BUMN dan APBD APBDES.

Seiring dengan hal tersebut, bermunculanlah perusahaan perusahaan berbentuk CV yang mengatasnamakan dirinya kontraktor seperti  jamur dimusim hujan.

Trend tersebut pun hinggap di Kab. Banggai Sulawesi Tengah,   nama nama CV baru bermunculan. Namun sangat disayangkan ternyata tidak semuanya memiliki kualitas yang memadai bahkan terkesan dipaksakan hanya untuk mendapatkan sebuah kontrak bisnis proyek.

Sebagian CV dadakan tersebut  hanya mementingkan keuntungan yang besar bukan mementingkan mutu atau kualitas pekerjaan, makin banyak CV atau kontraktor makin banyak juga permainan kotor di dalamnya  yang merugikan negara dan masyarakat sehingga di duga kuat libatkan para oknum oknum petinggi petinggi yang ada di Kabupaten dan propinsi bahkan mungkin juga libatkan para oknum petinggi petinggi  yang ada di pusat.

Pasalnya semua kinerja dari CV/kontraktor yang mengerjakan pekerjaan di lapangan banyak yang terkesan asal jadi,  salah satu contohnya adalah pekerjaan jalan kantong produksi di setiap desa dan Anggaran dana desa ADD dan program Pamsimas yang ada di desa Tobelombang Dusun Poposon.

Kondisi Proyek Jembatan Siluman Yang Tidak Pernah Terselesaikan

Proyek tersebut sudah jelas tidak sesuai  pertanggung jawaban dengan yang di lapangan  jikalau di atas kertas sudah jelas aman akan tetapi di lapangan amburadul, contohnya adalah proyek jalan dan jembatan yang ada di desa Baya kecamatan Luwuk Timur.

Menurut mantan kepala desa yang akrab di panggil om Kano, proyek jembatan kostruksi baja yang di desa Baya  dari tahun 2013 yang lalu dananya sudah ada dengan pagu anggaran Rp. 1.3 milyar.

“Waktu itu saya masih menjabat sebagai kepala desa, sampai sekarang ini hanya pilar saja yang di kerjakan oleh oknum Suntek,  hingga sekarang jembatannya hilang bagaikan kapur di tiup angin  entah kemana rimbanya,” ungkapnya.

Proyek jembatan “siluman” yang macet di Desa Baya Kecamatan Luwuk Timur terkesan tidak ada tindakan tegas dari pemerintah Kabupaten Banggai,  sehingga di duga kuat pemerintah kabupaten Banggai tidak serius memburu para koruptornya  yang dengan sengaja merampok uang negara dan  uang rakyat.

Aktivis pemerhati kebijakan Pemerintah, Joni Lintang pun menyuarakan suaranya agar pemerintah yang ada di kabupaten Banggai  supaya serius dalam menangani kasus korupsi.

“ Sesungguhnya pemerintah itu tidak ada salahnya, yang salah adalah para oknum yang memanfaatkan anggaran yang di gelontorkan ke setiap daerah dengan memanfaatkan jabatan  dan wewenang ,” tegas tokoh  koalisi aktifis wartawan Lsm Kabupaten Banggai.(herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *