Minat Masyarakat Di Polman Ikuti Musrembang Lesu

POMAN, SULBAR (BN).- Musyawarah Perencanaan pembangunan (Musrembang) sesungguhnya merupakan wahana bagi pemangku kepentingan untuk menyatuhkan persepsi dan mensingkronkan program antara OPD dengan aspirasi masyarakat melalui tingkat desa maupun kelurahan dan kecamatan hingga Kabupaten dan provinsi bahkan nasional sehingga tercipta kesepahaman dalam menentukan sikap dalam menetapkan rencana kegiatan aksiyang telah diprogramkan setiap tahun anggaran berjalan.

Hanya saja, minat masyarakat dua tahun  tahun terakhir ini, yakni sejak kepemimpinan pasangan HA.Ibrahim Masdar dan HM.Natsir Rahmat tampaknya sudah menurun apalagi metodenya sangat berbeda musrembang tahun-tahun sebelunya, dimana delegasimasih diberikan ruang untuk berpendangan tentang kondisi riil wilayah sasaran kegiatan pembangunan yang telah direcanakan tetapi tiga tahun terakhir hanya diundang sebagai pendengar ekspose kades atu lurah maupun camat dimusrembang tingkat kabupaten Polman.

Lesunya partisipatif aktif dari masyarakat mengikuti musrembang di tingkat kecamatan hingga Kabupaten lantaran delegasi dari desa dan kelurahan yang dipilih secara musyawarah dan mufakat dalam musrembang untuk mengawal hasil musrembang di tingkat kecamatan tidak lagi diberi ruang untuk menyampaikan pandangan untuk mempertajam usulan prioritas yang telah disepakatai dalam musrembang ditingkat desa dan kelurahan.

Metode diterapkan musrembang tiga tahun terakhirnya, tidak ada lagi perdebatan secara musyawarah ditingkat kecamatan antara delegasi dari desa dan kelurahan untuk mempertahankan usulan skalaprioritas yang disepakati ditingkat desa dan keluarahan sebelumnya dengan OPD yang terkait tetapi hanya disampaikan langsung oleh masing-masing kades dan lurah, sementara delegasi hanya menjadi pendengar setia.

Walaupun sesungguhnya dalam nalurinya berdasarkan amanah diembannya kurang sependapat ekspose disampikan perwakilan pemerintahan dari desa dan kelurahan sehingga hasil diharapkan tidak maksimal. Akibatnya, item yang telah menjadi kesepakatan di tingkat desa dan kelurahan sebagian besar mengalami perubahan signifikan di tingkat kecamatan. (Andi Rasyid Mordani )

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment