Mantan Kadis Kesehatan Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan 16 Unit Perahu

TIMIKA-BN, Setelah melewati proses penyidikan, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika telah resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 16 unit perahu Puskesmas Keliling (Pusling) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, tahun anggaran 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, Alex Sumarna, SH MH yang ditemui wartawan, Jumat (2/3) siang di kantor Kejari Mimika, di Jalan Agimuga, mile point 32. Mengungkapkan penetapan ketiga tersangka masing-masing berinisial PK, SM, dan BD sudah sejak Selasa (27/2) lalu.

“Jadi penyidikan perkara tersebut masih terus berjalan, dan tim penyidik dari Kejari Mimika sudah menetapkan tiga orang tersangka. Yang mana tersangka PK sebagai pengguna anggaran, lalu tersangka SM sebagai ketua panitia lelang dan tersangka BD sebagai rekanan atau kontraktor pelaksana pekerjaan,”ujar Kajari.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, Alex Sumarna, SH MH

Selanjutnya kata Alex bahwa sejak ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, tim penyidik dari Kejari Mimika sudah melakukan koordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat Pemda Mimika.

“Dalam koordinasi tersebut akan dilakukan gelar perkara, dan sepakat dalam perkara ini ada indikasi tindak pidana,”sambungnya.

Untuk selanjutnya Kajari mengatakan tim penyidik akan melakukan proses pemanggilan terhadap ketiga tersangka tersebut, untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Rencana nanti hari Senin depan, kita akan periksa tiga orang itu sebagai tersangka. Dan kalau menyangkut kemungkinan akan ada tersangka lain, semua tergantung proses penyidikan. Karena menetapkan tersangka itu kan, dari perkembangan penyidikan,”ungkap Kajari.

Kemudian terkait dengan total kerugian Negara yang diakibatkan oleh kasus yang menyeret mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Mimika itu, Kajari Mimika mengatakan tim penyidik belum bisa memastikan berapa persis total kerugian Negara.

Pasalnya  saat ini belum dilakukan proses perhitungan terhadap kerugian Negara, yang di akibatkan oleh adanya kasus dugaan korupsi di lingkup Dinkes Mimika.

Namun tim penyidik dari Kejari Mimika sendiri, telah meyakini ada dugaan korupsi dalam proyek pengadaan 16 unit perahu yang peruntukan sebagai Pusling di wilayah pesisir di tahun anggaran 2016 lalu.

“Jadi dalam perkara apapun sepanjang perhitungan itu sederhana, maka tidak diperlukan untuk ahli karena kita bisa hitung sendiri. Tapi kalau memang ternyata perhitungan itu memerlukan satu keahlian, perlu kita perlu meminta bantuan ahli auditor untuk menghitung kerugian Negara. Dan dalam hal ini juga kita sudah koordinasi dengan auditor dari BPKP, untuk menghitung. Kita belum menghitung, tapi tim penyidik kita sudah yakin kalau ada kerugian Negara,”jelasnya.(SMMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *