“Limbah Kolongkong Kelapa” Menjadi Kreasi Guru Dan Siswa

Bitung (Sulutgo) – binpers.com, SD Inpres 6/84 kakenturan kota Bitung pertama kali menggelar  lomba kreasi souvenir “Kolongkong Kelapa” yang di selenggarakan oleh pemerintah kota Bitung di lingkungan sekolah.

Dalam lomba yang berlangsung sederhana tersebut di ikuti oleh peserta guru dan siswa dan di hadiri tim penilai sekaligus pengawas Diknas kota Bitung, kepala sekolah, guru-guru, dan siswa.

Kepala SD Inpres 6/84 Kakenturan, Merlin. M. Wulur. S. Pd. M.Pd. mengatakan, kegiatan dalam rangka kreasi souvenir yang di selenggarakan oleh pemerintah kota Bitung, kami melaksanakan program pemerintah untuk kegiatan ini supaya siswa siswi bisa mempromosikan hasil-hasil karya budaya dari daerah masing-masing khususnya kota Bitung yang kita kenal daerah pelabuhan dan juga hasil kelapa.

“ Pemanfaatan buah kelapa yang masih kecil, sudah kering serta yang belum ada isinya kami upayakan menjadi kreasi dan inovasi siswa, misalnya kolongkong kelapa menjadi seni karya kalung, anting-anting, gelang, asbak, tempat tissu, bando, gantungan kunci,” terangnya.

Ditambahkannya lagi, agenda lomba kreasi buah kolongkong kelapa ini merupakan ajang kompetisi bagi siswa siswi dan guru untuk bisa memanfaatkan limbah yang tidak terpakai bisa di sulap menjadi aksesoris berbagai bentuk menarik agar bisa di jadikan kreasi serta memiliki nilai jual dengan harga yang cukup murah, paling tidak kalau 1 dolar (sekarang ini kurang lebih Rp 13.000), maka hasil karya kita bisa di rupiahkan dengan harga Rp 5.000.

“ Harapan kedepannya, hasil-hasil karya ini bisa di komsumsi oleh seluruh masyarakat lebih khusus masyarakat kota Bitung dan saya yakin karena ini hasil luar biasa yang telah di peroleh dari sekolah kita, dan juga sangat bermanfaat bagi orang tua serta orang tua juga bisa memproduksi hasil-hasil kerajinan dari anak-anak, serta mudah-mudahan sekolah kita bisa menjadi yang terbaik  untuk hasil kreasi souvenir khususnya kolongkong ini,” paparnya.

Setiap tahun tiap sekolah membuat pagelaran seni sekaligus dengan pameran hasil-hasil karya baik siswa maupun guru.

Untuk tahun ini karena di tunjang juga dengan program pemerintah lebih ke kreasi souvenir, jadi pengurus sekolah ini membuat lomba pameran pembuatan souvenir.

“ Dalam kegiatan lomba tersebut, kami memilih 3 yang terbaik yaitu pertama terbaik untuk siswa, kedua terbaik untuk guru, yang ketiga terbaik untuk penataan dari setiap kelas, Setiap juara mendapatkan piagam penghargaan dan juga uang pengembalian hasil kreasi yang mereka buat, semoga dengan adanya lomba kreasi siswa siswi dan guru ini semakin memacu dalam berkompetisi banyak hal,” ujar Merlin Wulur.

Tim penilai dari diknas kota bitung bersama kepala sekolah dari kanan ibu Merlin. M. Wulur,bapak Josis Moningka,ibu Diana Wowiling,ibu Indria Lomboan

Pada kesempatan yang sama, salah satu tim penilai sekaligus pengawas diknas kota Bitung, Diana Wowiling S.Pd mengatakan dengan dibekalinya para siswa bermacam ketrampilan hal ini dimaksudkan supaya dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita yang dulunya di anggap tidak berguna sekarang bisa bermanfaat bahkan menghasilkan uang.

Selama ini menurut Diana Wowiling, kita selalu menyukai kreasi hasil karya daerah lain, mengapa tidak potensi hasil alam daerah kita yang dikembangkan, daripada bahan tersebut kita bakar alangkah baiknya digunakan sebagai kerajinan kita, dan dengan menambah ketrampilan bagi siswa siswi untuk bisa menggunakan bahan kolongkong kelapa yang ada di sekitarnya supaya bisa bermanfaat dan mudah di dapat.

Hasil dari kegiatan lomba kreasi souvenir yang dinilai oleh tim penilai dari Diknas kota Bitung yaitu Diana Wowiling S.Pd, Indria Lomboan S.Pd, Josis Moningka S.Pd menetapkan pemenang-pemenangnya yaitu :
juara 3 dari kelas 1 A, juara 2 dari kelas 2 B, juara 1 dari kelas 5 B, juara 3 di dapatkan ibu Olan Dina, juara 2 ibu Siane Tilong, juara 1 bapak Saul Laduha. ( Sulutgo-01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *