Kasus Miras Pasir Putih Batam Kembali Digelar

Batam-binpers.com, Persidangan Kasus penangkapan pengusaha miras beralkohol di Pasir Putih Batam Centre dengan terdakwa Budi Hartono alias kwan tek kembali digelar pada Rabu, (28/02/2018).

Anggota Bareskrim Mabes Polri, Sigit dan Suryanto yang dihadirkan sebagai saksi atas penangkapan Kwan Tek mengatakan, saat penangkapan ditemukan juga ribuan botol minuman dilokasi yang tidak ada ijin edar dari BPOM.

Puluhan merk minuman dengan jumlah mencapai 8 ribuan botol yang di amankan dari Batam dan ada  tim yang ke Karimun tepatnya Pulau Buru ditemukan  rumah yang berisi miras dan itu adalah milik terdakwa.

Dalam modus operasinya, terdakwa Budi Hartono menjalankan usaha mirasnya ini bernaung di CV. Buruh Berjaya Karya. Adapun miras tersebut diperoleh dari Singapura, yang akan dijual ke pub dan tempat karaoke.

Dalam penjelasan lebih lanjut, kedua saksi  tersebut menjelaskan miras yang berhasil diamankan adalah kadar miras dengan golongan A dibawah 20 %, golongan B dan C 30%  keatas.

Usaha ini sudah berjalan bertahun-tahun tanpa ijin edar dan pernah berkali-kali mengajukan ijin ke BP.BATAM tetapi tidak ada realisasinya, ungkap saksi Suryanto yang juga sebagai penyidik dalam kasus ini.

Penasehat hukum terdakwa menanyakan kepada saksi yang juga sebagai penyidik mengapa terdakwa ini dikenakan UU pangan, sementara menurut penasehat hukum miras bukanlah kebutuhan primer dan bukan UU pangan.

Sejenak terjadi perdebatan, lalu Hakim mengatakan jika saksi tidak tahu, katakan tidak tahu, Hendar selaku Jaksa Penuntut Umum juga mengatakan keberatannya karena beliau saksi bukan Ahli (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *