Kabiro Media binpers.com Kuningan Bongkar Kasus Pencabulan Guru MTs.

Kuningan-BN, Aksi pencabulan oleh oknum guru terhadap murid di negara yang konon menjunjung norma susila ini seakan tidak pernah berhenti alur ceritanya.

Meskipun sudah banyak oknum pendidik yang melakukan prilaku bejat tersebut mendekam di balik terali besi sebagai kompensasi atas perbuatannya, namun tidak dijadikan contoh oleh para oknum oknum yang lainnya.

Prilaku seksual yang menyimpang dari norma kewajaran pun dengan tega ditumpahkan kepada siswanya yang notabene adalah anak anak penerus generasi bangsa.

Kini setelah mereka mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari oknum yang seharusnya mendidik untuk menjadi generasi berkualitas dalam membangun negara ini, sekarang kondisi psikologisnya menjadi lemah serta menanggung beban traumatis seumur hidupnya.

Hal ini jugalah yang menimpa sebut saja Sur, siswa MTs Manbaul Huda di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Sur mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh gurunya yang berinitial Dar.

Dalam keterangannya ketika melapor kejadian tersebut ke Polres Kuningan, Rabu (7/3/2018), Sur mengungkapkan kronologis kejadian yang terjadi pada bulan Desember 2017 lalu.

Saat itu Sur bersama teman-teman lainnya sedang berada di sekolahnya. Pada pukul 21.00 WIB, dirinya dipanggil oleh Dar keruang UKS.

Setibanya disana korban kemudian ditawarkan kalau tidak ingin mengikuti kegiatan Jurit Malam, korban harus bersedia untuk di perlakukan tidak senonoh (dihisap kemaluan) oleh pelaku.

Korban awalnya menolak namun setelah diancam oleh pelaku akhirnya korban dengan ditutupi matanya oleh kain hitam menuruti keinginan Dar.

Dari pengakuan korban, Tim investigasi media BN/binpers.com melakukan penelusuran terkait kasus tersebut. Dan hasilnya sangat mengejutkan.

Oknum Guru bejad ini ternyata melakukan hal serupa tidak hanya terhadap Sur saja. Korban kebiadaban Dar mencapai 26 anak yang semuanya adalah berstatus siswa yang masih bersekolah.

Adapun initial korban tersebut adalah IL, Ro, Vir, Rij, MY, Ja, Az, And, By, Adrw, MH, Sam, SM, AR, MIH, Ri, Ra, Ang, Far, Al, Fil, Lan, Rap, RF, DN.

Para korban tersebut awalnya tidak berani menceritakan kejadian yang mereka alami karena takut oleh ancaman pelaku, Dar.

Dar sendiri ketika dikonfirmasi tentang perbuatannya, tidak mengaku pada awalnya, namun ketika diberikan beberapa bukti serta pengakuan para korban, akhirnya Dar tidak dapat mengelak lagi.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah tempat pelaku mengajar, pada tanggal 5 Maret 2018 langsung mengeluarkan Surat Pemutusan Hubungan Kerja No:073/MTs-MH/KP/11/2018.

Kabiro media BN/binpers.com wilayah Kuningan kemudian membawa kasus tersebut untuk diserahkan ke ranah hukum serta mengawal para korban untuk diarahkan terlebih dahulu menemui Kanit PPA Polres Kuningan, Ibu Rini Hartati.

Kasus ini pun mengundang reaksi keras dari Dinas Sosial Kab. Kuningan serta beberapa LSM termasuk LSM GMBI KSM Sindangagung Distrik Kuningan yang langsung menyuarakan agar pelaku Dar segera ditangkap dan di adili secepatnya. (Laporan Kabiro media BN/binpers.com, Asep dari Kuningan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *