Gubernur Jabar Resmikan Kantor BPRS HIK Parahyangan Di Cileunyi Jawa Barat

Bandung – BN. Peresmian kantor baru BPRS HIK Parahyangan yang berlokasi di jalan percobaan no 39 Cileunyi kabupaten Bandung provinsi Jabar, diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Dr.HC. Ahmad Heryawan,wakil Bupati kabupaten Bandung Gugun Gunawan serta kepala OJK kantor Regional 2 Jabar Sarwono, Camat Cileunyi, Kapolsek Cileunyi, Danramil, kepala Desa Cileunyi Kulon dan beberapa penjabat daerah dari Kabupaten Bandung dan para tamu undangan. Selasa (13/03/2018).

Pembangunan kantor baru untuk memperluas pelayanan di bidang perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) HIK Syariah serta akan meningkatkan investasi yang besar dalam mengembangkan usaha dan tantangan dalam meraih pencapaian target yang positif di tahun 2018.

Direktur Utama PT BPRS HIK Parahyangan, Ir.H.Toto Suharto menyampaikan dalam Grand opening kepada awak media Binpers.com, pihaknya tentu sangat berharap keberadaan kantor baru ini atas dasar persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) keberadaan Kantor Pusat dan Kantor Cabang Cileunyi resmi dipindahkan.

’’Harapan kami keberadaan kantor baru ini bisa meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat serta nasabah kepada BPR HIK. Sehingga, nantinya akan berimbas terhadap peningkatan kinerja perusahaan dan para pihak ketiga bisa lebih erat dalam melakukan hubungan per Bank nya,” ucapnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang hadir untuk meresmikan gedung baru tersebut mengatakan, keunggulan regulasi perbankan di Jabar adalah bagian dari keberhasilan program Pemerintah Jawa Barat yang bekerja sama dengan perbankan.

”Saya sangat mengapresiasi atas keberhasilan tersebut. Selain itu, saya berharap dengan adanya gedung baru ini bisa meningkatkan keunggulan yang telah diraih khususnya kemudahan akses untuk pelaku usaha kecil, mengapresiasi adanya BPRS ini. Sebab, keberadaaannya dipastikan bisa memberikan kemudahan usaha bagi warga  Kabupaten Bandung. Ini merupakan bagian implementasi pemerintah daerah tentunya di Kabupaten Bandung. Sebab akan membantu dalam sisi permodalan,” kata Gubernur.

Dia memaparkan, di Kabupaten Bandung tercatat ada sekitar 1.490 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membutuhkan permodalan. Makanya, dengan hadirnya perbankan berkonsep syariah ini, diharapkan bisa bersinergitas dalam memajukan perekoniomian masyarakat di Kabupaten Bandung.

Direktur Utama PT BPRS HIK Parahyangan Ir H.Toto menambahkan dalam jumpa persnya kepada awak media  bahwa tidak hanya modal tapi peminjam juga butuh bimbingan dalam operasionalnya.

”Alhamdulillah, BPRS di Kantor Regional 2 adalah aset terbesar. Namun, jika ukurannya di Indonesia, Jawa Barat ini peringkat kedua setelah DKI Jakarta. Artinya, Ini harus lebih ditingkatkan agar nilai kemanfaatannya bisa sangat meluas,” ujar Toto

Sementara itu kepala OJK KR 2, Sarwono mengungkapkan, berdasarkan potensi tersebut BPRS harus terus meningkatkan keunggulannya.

“Semoga dengan adanya BPRS ini bisa membantu warga di Kabupaten Bandung untuk menjalankan usahanya serta di bagian lain, berdasarkan kualifikasi dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset BPRS ini terbesar di Kantor Regional (KR) 2 Jawa Barat dengan kisaran nilai Rp 1 triliun lebih,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (yopi hsp)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment