Dua Minggu Jabat, Yosep Temukan 45 Item Sembako ilegal di Batam

Batam-BN, Opson adalah istilah sandi suatu kegiatan penertiban pangan ilegal oleh BPOM RI Perwakilan Kepri.  Istilah ini kerap dipergunakan untuk operasi gabungan yang dipimpin oleh Satpol PP, Polisi,  PM (Polisi Militer) bersama BPOM Batam.

Yosep Dwi Irwan, Kepala BPOM RI Perwakilan Kepri yang berada di Batam lah yang mengemukakan secara gambling ke wartawan media BN/binpers.com secara khusus saat diwawancarai, Rabu (7/03/2018).

Sepak terjang Yosep ketika mulai memangu jabatannya termasuk sebuah prestasi yang luar biasa, sebab hanya dalam dua minggu saja sudah mengungkap dan membongkar kasus puluhan sembako illegal.

Secara tegas dirinya mengatakan bahwa Instansi yang dipimpinnya adalah tuga serta amanah dari masyarakat Batam khususnya yang harus dia laksanakan sebaik-baiknya.

BPOM Batam bertekad akan melakukan sapu bersih terhadap semua pelanggar aturan yang masih bertebaran dikota tersebut.

“ Langkah langkah awal kami telah melakukan razia gabungan memeriksa sebuah perusahaan yang diduga mengedarkan bahan makanan sembako didaerah Kota Batam secara illegal,”tegas Yosep.

Alhasil, dalam razia tersebut berhasil ditemukan 45 item jenis sembako yang  ijin edarnya tidak ada, namun perusahaan ini berani mengedarkannya.

Beberapa sembako ilegal yang berhasil diamankan dalam razia adalah susu, margarin, kecap,  dan yang lainnya.

Namun untuk proses penyelidikan dan pengembangannya Yosep masih merahasiakan identitas perusahaan  dan pelakunya

“ Yang jelas, asal sembako tersebut sebagian besar berasal dari Malaysia, dasar hukum razia ini juga tertuang dalam UU kesehatan No.36 tahun 2009 dan UU pangan No.18 tahun 2012 pasal 142 yang mana ancaman hukuman nya 2 Tahun penjara dan denda 4 miliar,” ungkapnya.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *