BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

Camat Pagimana Lakukan Kunker Ke Desa Terpencil Baloa Doda

Pagimana,Sulteng (BN),- Pemerintah Kecamatan Pagimana galakkan pembangunan daerah  melalui metode Butten-Up atau dengan kata lain melalui usulan dari bawah ke atas sehingga target pembangunan mulai dari perkotaan hingga ke pelosok desa terpencil dapat tercapai.

Kecamatan Pagimana dengan jumlah penduduk berkisar 20.000 jiwa tersebar di 30 Desa dan 3 kelurahan, tergolong kecamatan dengan jumlah Desa terbesar di wilayah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

Baru-baru ini (09/03), Camat Pagimana Bpk. Sumitro Balahanti, S.Sos bersama Tim melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Desa Baloa-Soda bersama Tim dari Babinsa, Petugas Kesehatan, Aparat Desa dari beberapah Desa dan masyarakat lain yang tergabung dalam Tim Rombongan.

Titik kunjungan kali ini dipilih Kolobias yang merupakan lokasi pemukiman baru masyarakat Baloa-doda yang diturunkan dari Desa asal Baloa.

Untuk mencapai Kolobias, Tim hanya bisa menempuh lewat jalan kaki,  menelusuri jalan setapak berjarak sekitar 25 km atau 5 jam jalan kaki.

Kondisi medan jalan yang curam dan tidak terawat, menepi lereng gunung yang terjal membuat Capag bersama Tim harus ekstra hati-hati.

Camat Pagimana Sumitro Balahanti,S.Sos kepada media ini menuturkan,”Kolobias adalah lokasi pemukiman baru, titik pertengahan dari Baloa ke Desa Bulu Kecamatan Pagimana dengan jumlah lebih kurang 60 kepala keluarga yang sudah turun dari desa awal Baloa, sampai saat ini masih tersisa 45 kepala keluarga (KK) yang belum diturunkan, masing-masing Dusun 01 15 KK dan Dusun 02 (Doda) 30 KK”.

Masih dari Capag,”ada tiga agenda utama yang dilakukan dalam kunjungan kerja kali ini, pertama pelantikan Penjabat Kepala Desa baru Septianus Djamain yang menggantikan kepala Desa lama Ibrahim Japang karena telah berakhir masa jabatannya, kedua pelayanan kesehatan secara gratis dan ketiga penyerahan buku tabungan program keluarga harapan (PKH) kepada keluarga penerima”.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Camat Pagimana yang sudah sudi mengunjungi Desa kami walau kondisi jalan yang tidak memungkinkan, sudah 72 tahun negara Indonesia merdeka baru kali ini kami dikunjungi pimpinan kecamatan dan kami atas nama warga Desa Baloa-doda meminta maaf bila sambutan kami tidak begitu berkenan dihati Camat Pagimana (Capag) dan rombongan,”ujar salah seorang tokoh masyarakat yang belakangan diketahui sebagai ketua BPD.

“Pemcam Pagimana akan berusaha membantu warga Desa Baloa-Doda mengingat Desa itu sangat terisolir serta jumlah penduduk yang besar, jumlah siswa 60 orang namun hingga kini masih tergolong kelas jauh dari SDN Asaan, dalam waktu dekat saya akan menindak lanjuti hal ini, kita berharap pemerintah tingkat atas akan mengamininya terutama status kelas jauh sekolah SD”, tutur capag tanpa menyebutkan kapan hal itu akan ditindak lanjuti ke pemerintah tingkat atas . (Tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *