Camat dan Polsek Cileunyi Himbau Masyarakat Agar Tidak Mudah Terprovokasi

Bandung-BN, Terkait pembebasan pengadaan ganti kerugian tanah Desa Cimekar kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung untuk pembangunan Trase dan stasiun kereta api Cepat Jakarta -Bandung , Masyarakat yang terkena imbas proyek tersebut mengadakan musyawarah bersama BPN, Kejati Provinsi Jabar, PT. PSBI, KJPP ( Kantor Jasa Penilai Publik) serta Muspika setempat yang di laksanakan di rumah makan Sukahati Cinunuk. Rabu (28/03 /2018).

Dalam kegiatan tersebut Camat Cileunyi,  Drs.Yayan Suherlan ketika di komfirmasi terkait empat Desa yang ada di wilayah kerjanya yang terkena Peroyek pembebasan pembangunan Trase dan stasiun kereta api Cepat Jakarta -Bandung menyampaikan ke awak media bahwa masyarakat yang mendapatkan ganti kerugian pengadaan tanah, kalau dalam ganti ruginya ada kejanggalan bisa di sampaikan kepada panitia bersama yaitu BPN, PT.PSBI dan KJPP melalui mediasi selama 14 hari. Sehingga masyarakat tidak ada yang merasa dirugikan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Polsek Cileunyi, Kompol H. Dadan. SH menegaskan penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah untuk pembangunan Trase dan stasiun agar jangan terpengaruh oleh pihak ketiga.

“ Proyek pemerintah ini harus di dukung dan nantinya adalah untuk kepentingan masyarakat, terkait penentuan ganti kerugian tanah udah di atur Undang-undang no 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah. Jadi kalau pemilik tanah merasa ada kejanggalan, bisa di mediasi dan kalau masih tidak puas bisa deselesaikan melalui pengadilan,” tegasnya

Adi Gurnari, selaku panitia pelaksana teknis untuk pembangunan Trase dan stasiun wilayah Kabupaten Bandung memberikan arahan agar masyarakat menyampaikannya ke KJPP agar proyek tersebut bisa berjalan dengan baik. (yopi hsp)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment