Bocah Delapan Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan

TIMIKA-BN, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mimika, Rabu (7/3) lalu kembali menerima laporan pengaduan terkait kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur sebut saja Mawar (8), warga Jalan Merpati, SP5.

Pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh tiga pelaku yang juga masing merupakan anak dibawah umur masing-masing L (11), P (8) dan J (9).

AKP Rudi Priyantoso, SH SIK

Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan, SH SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rudi Priyosantoso, SH SIK ketika ditemui, Kamis (8/3) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika, mengatakan kasus tersebut saat ini sementara di tangani unit PPA Satreskrim Polres Mimika.

“Kita baru terima laporan polisinya, dan saat ini (Kemarin red) korban bersama ibunya masih dimintai keterangan di ruang PPA,”tuturnya.

Lebih lanjut AKP Rudi menceritakan kronologis kejadian kasus yang melibatkan anak dibawah umur, baik korban maupun pelaku terjadi Senin (5/3) lalu, berawal saat korban bersama para korban sementara bermain bersama, kemudian salah satu pelaku lalu menyuruh pelaku lainnya untuk melakukan perbuatan bejat terhadap korban dengan mengancam korban.

“Kalau di kronologis sesuai dengan laporan polisinya, bahwa satu pelaku mengancam dan menakut-nakuti korban katanya kalau kamu (Korban red) tidak mau melakukannya maka kamu tidak ada teman bermain,”cerita Kasat.

Kemudian Kasat mengatakan kasus ini sementara ditangani unit PPA Satreskrim Polres Mimika, sehingga kepolisan belum bisa memastikan apakah para pelaku dan korban sudah sempat melakukan perbuatan yang tidak patut di contohi itu ataukah belum.

“Sementara dimintai keterangan, dan kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari medis dulu. Tapi yang jelas kita sudah terima laporan polisinya dengan nomor LP 164, nanti kita tunggu hasil pemeriksaannya seperti apa berdasarkan keterangan baik dari korban, saksi maupun pelaku-pelaku,”jelasnya.

Meski demikan AKP Rudi sangat menyayangkan kasus itu bisa terjadi, apalagi sampai pelakunya merupakan anak dibawah umur. Pasalnya kata Kasat Reskrim, semestinya kasus itu tidak perlu terjadi apabila pengawasan orang tua terhadap anak-anak lebih diperhatikan.

“Yang kita sayangkan anak usia segitu (Kategori Anak Dibawah Umur Red), sudah punya pikiran seperti itu. Hal ini jangan diangap sepele lebih khusus untuk para orang tua,”tegas AKP Rudi.

Sementara itu dari pantuan di kantor Pelayanan Polres Mimika, korban datang diantar oleh orang tua korban. Saat tiba di kantor Pelayanan Polres Mimika, langsung diarahkan untuk masuk ke ruangan unit PPA Satreskrim Polres Mimika untuk dimintai keterangan.(SMMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *